Satgas Minta Masyarakat Tak Menolak Pelacakan Kontak Erat Covid-19

Minggu, 22 November 2020 16:08 Reporter : Supriatin
Satgas Minta Masyarakat Tak Menolak Pelacakan Kontak Erat Covid-19 gugus tugas virus corona. ©2020 Merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Doni Monardo, meminta masyarakat tak menolak upaya pemerintah memutus rantai penularan Covid-19. Salah satunya, contact tracing atau pelacakan kontak erat pasien Covid-19.

Doni mengatakan pelacakan kontak erat memudahkan pemerintah untuk mendeteksi dini warga yang terjangkit Covid-19.

"Jadi tidak ada alasan bagi masyarakat untuk menolak pelacakan kontak, penanganan kesehatan adalah sebuah kerja kemanusiaan. Tenaga kesehatan hendak memastikan gejala sakit dikenali lebih awal dan demikian juga dengan riwayat kontak pasien. Semakin cepat diketahui, penularan lebih luas bisa dicegah karena memang mayoritas penderita Covid-19 adalah orang tanpa gejala," tuturnya, Minggu (22/11).

Selain mendeteksi dini, pelacakan kontak erat juga akan memudahkan pasien Covid-19 menjalani proses pemulihan. Doni mengingatkan, bila pelacakan kontak erat terlambat dilakukan, risiko kematian pasien Covid-19 semakin tinggi. Terlebih bila pasien Covid-19 memiliki penyakit komorbid atau penyerta.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) ini menyebut, data yang dihimpun dari Rumah Sakit Persahabatan Jakarta, pasien Covid-19 masuk kategori kritis memiliki risiko kematian 67,4 persen. Pasien kategori kritis merupakan pasien dengan komplikasi infeksi berat yang mengancam kematian, pneumonia berat, serta gagal oksigenasi dan ventilasi.

Sementara pasien kategori berat memiliki risiko kematian 5,5 persen, kategori sedang 2,6 persen. Adapun pasien Covid-19 dengan kategori ringan tidak memiliki risiko kematian.

Dari data tersebut, kata Doni, pemerintah berharap masyarakat bisa bekerja sama dalam menekan risiko kematian. Dengan cara mendukung pelacakan kontak erat pasien Covid-19.

Satgas Penanganan Covid-19 bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan Daerah telah menurunkan lebih dari 5.000 relawan pelacak kontak (tracer) untuk melakukan deteksi awal penularan di 10 provinsi prioritas. Namun, upaya pelacakan kontak erat pasien Covid-19 mendapat penolakan dari kelompok masyarakat.

"Para pelacak kontak ini yang kini tengah mengalami persinggungan dengan masyarakat untuk memutus rantai penularan," kata Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Penanganan Covid-19, Alexander K Gintings. [ray]

Ingat #PesanIbu

Jangan lupa Selalu Mencuci Tangan, Memakai Masker dan Menjaga Jarak Mari Bersama Cegah Penyebaran Virus Corona

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini