Satgas Covid-19 Tegaskan Pasar Tanah Abang Boleh Beroperasi Saat PPKM Level 4

Selasa, 27 Juli 2021 20:52 Reporter : Muhammad Genantan Saputra
Satgas Covid-19 Tegaskan Pasar Tanah Abang Boleh Beroperasi Saat PPKM Level 4 pasar tanah abang. ©2018 Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Pasar Tanah Abang Jakarta Pusat kembali beroperasi hingga pukul 15.00 WIB. Kebijakan ini seiring dengan pelonggaran Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 di DKI Jakarta.

Dibukanya Pasar Tanah Abang dikhawatirkan bakal mengundang keramaian. Sehingga kasus Covid-19 di Jakarta bisa berpotensi kembali meningkat.
Merespons itu, Koordinator Tim Pakar Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito menjelaskan, bahwa saat ini Ibu Kota masuk kategori daerah yang melaksanakan PPKM Level 4 sesuai instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 24 Tahun 2021.

"Jadi berdasarkan instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 24 Tahun 2021 ini seluruh kota di DKI masuk daerah yang harus melakukan PPKM level 4," katanya lewat jumpa pers virtual, Selasa (27/7).

Wiku menjelaskan, kategori pasar rakyat yang menjual barang non kebutuhan sehari-hari termasuk Tanah Abang bisa dibuka. Namun, ia menegaskan pusat grosir tersebut harus dibatasi waktu dan
pengunjungnya.

“Boleh beroperasi maksimal sampai pukul 15.00 WIB dengan pembatasan pengunjung maksimal 50 persen kapasitas tempat," ujarnya.

Terpisah, Epidemiolog dari Centre for Environmental and Population Health Griffith University Australia, Dicky Budiman mengatakan, baiknya Pasar Tanah Abang jangan asal dibuka. Harus dipastikan dulu berapa kapasitas penjual maupun pembeli sebelum pasar itu kembali beroperasi.

“Kapasitas, sebelumnya harus sudah dipastikan bagaimana memantau jumlah pengunjungnya supaya tidak melebihi kapasitas dari luas si tanah abang ini, itu dari sisi penjual, manajemen, pengelola itu saja sudah harus dipastikan dulu, jadi bukan asal buka, makanya begini begini memang harus paralel disiapkan semuanya," katanya lewat pesan suara, Selasa (27/7).

Kemudian, lanjut Dicky, semua penjual maupun yang terlibat dalam pasar itu harus sudah divaksin. Mereka harus sudah divaksin setelah dua minggu lebih dari suntikkan kedua vaksin.

"Kalau belum (divaksin semua) ya jangan dulu buka tokonya sampai dia udah dua minggu dari suntikan kedua, itu dari sisi penjual dan pegawainga termasuk security dan manajemen sebagainya," ucapnya.

Kemudian, harus dievaluasi kesiapan dari lokasi atau pengaturan alur keluar masuk orang-orang agar tidak saling tubrukan. Selain itu, masalah sirkulasi udara di pasar tersebut juga harus diperhatikan.

"Kemudian, bicara pengunjung ini harus juga diberi opsi online misalnya kemudian diutamakan pembeli bukan yang eceran, misalnya sementara tidak melayani eceran, bertahap aja dulu, ngurusin grosir aja dulu, nanti di evaluasi lah setelah satu bulan ini," ucapnya.

Selain itu, kata Dicky, penjual yang memiliki penyakit risiko tinggi atau hipertensi baiknya tidak berhadapan dengan pembeli langsung. Atau digantikan sementara dengan pegawai lain.

"Saat ini kita dihadapi kondisi yang kompleks secara sosial ekonomi bukan hanya kesehatan saja, jadi adanya pembukaan gerai gerai seperti ini menjadi satu hal yang sulit untuk dihindari karena semakin terpuruk, kita gak mau nyalahkan lagi lah sekarang yang jelas kita harus hadapi permasalahan kompleks ini tapi tentu harus ada syarat syaratnya," pungkasnya. [fik]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini