Satgas Covid-19 soal Massa Sambut Rizieq: Jangan Egois, Berkerumun Bawa Malapetaka

Kamis, 12 November 2020 18:40 Reporter : Rifa Yusya Adilah
Satgas Covid-19 soal Massa Sambut Rizieq: Jangan Egois, Berkerumun Bawa Malapetaka Imam Besar FPI Rizieq Shihab Tiba di Petamburan. ©2020 Merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Satgas Covid-19 berharap tidak ada lagi kegiatan yang menimbulkan keramaian seperti penyambutan Pimpinan FPI Habib Rizieq pada 10 November lalu. Seperti yang diketahui, pendukung Habib Rizieq memenuhi Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta. Bahkan, sampai memenuhi area luar bandara.

"Kami berharap kejadian kemarin (penyambutan Rizieq) adalah kejadian yang terakhir karena hal ini berimplikasi terhadap potensi penularan dan peningkatan kasus yang sangat besar," kata Wiku saat konferensi pers di Gedung BNPB, Jakarta (12/11).

Dia meminta kepada pendukung Habib Rizieq yang kemarin memenuhi Bandara Soetta untuk tidak kembali membuat acara yang menimbulkan kerumunan.

"Kita harus bisa menjalankan peran masing-masing untuk memastikan bahwa kejadian seperti ini tidak terulang lagi," ujarnya.

Untuk itu, Wiku mengimbau para pendukung Habib Rizieq maupun masyarakat Indonesia lainnya untuk mengesampingkan ego masing-masing. Dia mengatakan, di masa pandemi ini, sangat tidak diperbolehkan untuk menciptakan kerumunan. Sebab, kata Wiku, berkerumun hanya akan menimbulkan malapetaka.

"Jangan egois, kita harus ingat jika kita berkerumun maka kita dapat membawa malapetaka," ujarnya.

Wiku sangat menyayangkan acara penyambutan tersebut. Wiku mengatakan, risiko penularan akan tinggi bila tidak menjaga jarak dan memakai masker. Seperti yang diketahui, saat penyambutan Rizieq, tidak semuanya memakai masker.

"Jika kita tidak menjaga jarak dan tidak menggunakan masker, maka akan meningkatkan risiko penularan yang lebih besar lagi," kata dia.

Dia meminta seluruh pendukung Rizieq maupun masyarakat Indonesia untuk sadar bahwa bentuk kelalaian maupun ketidakpedulian terhadap protokol kesehatan sangat berakibat fatal bagi diri sendiri maupun orang lain. Sebab, kata Wiku, bisa membahayakan nyawa manusia.

"Tidak hanya diri kita, namun keluarga di rumah, dan orang-orang di sekitar kita. Kita terus lakukan antisipasi terhadap potensi lonjakan kenaikan kasus," katanya.

Antisipasi yang dilakukan, yakni dengan pengecekan kondisi kesehatan sedini mungkin. Sehingga, jika ternyata ditemukan gejala yang harus mendapatkan perawatan, para tenaga medis tidak terlambat untuk bisa menyembuhkan dan menyelamatkan nyawa setiap orang yang terkonfirmasi positif Covid-19.

"Oleh karena itu, kami meminta kepada masyarakat yang mengalami gejala Covid-19 untuk segera memeriksakan kesehatan untuk memastikan status kesehatannya," imbuhnya. [rhm]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini