Satgas Covid-19 Mataram: PPKM Mikro Diperpanjang Hingga 31 Mei

Rabu, 19 Mei 2021 01:30 Reporter : Dedi Rahmadi
Satgas Covid-19 Mataram: PPKM Mikro Diperpanjang Hingga 31 Mei Penerapan ganjil-genap saat PPKM mikro di Kota Bogor. ©2021 Humas Pemkot Bogor

Merdeka.com - Satuan Tugas (Satgas) COVID-19 Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, menyebutkan program pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro diperpanjang dari 18 Mei menjadi 31 Mei 2021.

"Perpanjangan tersebut berdasarkan Instruksi Mendagri Nomor 11/2021, tentang Perpanjangan PPKM skala mikro berbasis RT/RW, desa/kelurahan, dengan pertimbangan indikasi peningkatan kasus positif COVID-19 dan pandemi masih terjadi," kata Sekretaris Satgas COVID-19 Kota Mataram Mahfuddin Noor di Mataram, Selasa (18/5).

Berdasarkan data kewaspadaan COVID-19 Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat, tertanggal 17 Mei 2021, ada tambahan kasus positif COVID-19 sebanyak 14 kasus dan tiga pasien dinyatakan sembuh.

Dengan tambahan pasien positif COVID-19 tersebut, maka total pasien COVID-19 yang masih diisolasi sebanyak 417 orang, sembuh 3.053 orang dan meninggal 164 orang.

Terkait dengan itu, lanjut Mahfuddin, berbagai kegiatan PPKM skala mikro yang basisnya ada di kelurahan, harus terus digencarkan sesuai empat fungsi program PPKM skala mikro, melalui posko PPKM skala mikro di setiap kelurahan.

"Empat fungsi program PPKM skala mikro di kelurahan adalah fungsi pencegahan, penanganan, penyuluhan dan pembinaan. Posko PPKM skala mikro, beranggotakan dari berbagai unsur, baik itu TNI/Polri, kader, tokoh agama dan tokoh masyarakat serta unsur terkait lainnya," katanya.

Untuk fungsi pencegahan, katanya, tim posko PPKM skala mikro harus memastikan logistik pencegahan, seperti alat dan tempat cuci tangan tersedia serta memastikan warga menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah.

Selanjutnya, fungsi penanganan adalah tim posko PPKM skala mikro melakukan pendataan terhadap warganya yang terpapar positif COVID-19 dan memastikan tempat isolasi serta dirujuk ke rumah sakit mana.

Sedangkan terkait fungsi penyuluhan, lanjut Mahfuddin, tim posko PPKM skala mikro aktif memberikan edukasi kepada warganya bekerja sama dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait termasuk puskesmas untuk penerapan 5M yakni menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, mengurangi mobilisasi serta menghindari kerumunan.

"Terakhir untuk fungsi pembinaan, tim posko PPKM skala mikro diarahkan membina setiap kelurahan untuk mewujudkan kelurahan menjadi zona hijau COVID-19, melalui berbagai program dan inovasi masing-masing," katanya.

Mahfuddin yang juga menjabat sebagai Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencaan Daerah (BPBD) Kota Mataram mengatakan, berbagai kegiatan PPKM skala mikro tersebut sudah berjalan di masing-masing kelurahan yang diawasi oleh tim yang ada di pos pengendalian di setiap kecamatan.

"Di Mataram kita memiliki 325 lingkungan, 50 kelurahan dengan enam kecamatan sudah melaksanakan program PPKM skala mikro sesuai dengan instruksi dari pemerintah pusat," katanya. [ded]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini