Satgas Covid-19: Kenaikan Kasus Positif Pekan Ini Sebagai Dampak Libur Idulfitri

Jumat, 4 Juni 2021 20:22 Reporter : Rifa Yusya Adilah
Satgas Covid-19: Kenaikan Kasus Positif Pekan Ini Sebagai Dampak Libur Idulfitri Wiku Adisasmito. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nasional melaporkan data Covid-19 mingguan. Kasus aktif minggu ini terus naik. Namun kenaikannya tidak setinggi minggu lalu. Diketahui bahwa pada minggu lalu kenaikannya mencapai 36,8 persen, namun minggu ini hanya menyentuh angka 15,1 persen.

“Di minggu lalu, kita sudah memasuki minggu kedua pascalibur Idulfitri. Artinya kenaikan kasus positif pada periode ini sudah dapat diklaim sebagai dampak dari libur Idulfitri,” kata Juru bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito dalam konferensi persnya yang disiarkan di youtube Sekretariat Presiden, Jumat (4/6)

Pada minggu ini, terhitung sejak 27 Mei-3 Juni 2021, Satgas mencatat jumlah kasus aktif mencapai 94.438 atau 5,14 persen, sedangkan jumlah kasus sembuhnya 1.691.593 atau 92,1 persen. presentase kasus meninggal kumulatif 2,78 persen, dengan total kematian 51.095 orang.

Wiku kemudian membeberkan lima provinsi yang menyumbangkan kasus paling banyak selama satu minggu ini. kelima provinsi itu yakni Jawa Tengah naik 1.181 kasus, Riau naik 1.550 kasus, Kepulauan Riau naik 781 kasus, Aceh naik 692 kasus, dan DKI Jakarta naik 523 kasus.

Melonjaknya kasus Covid-19 di Jawa Tengah disumbangkan oleh Kabupaten Kudus. Seperti yang diketahui, kasus Covid-19 di Kudus naik hingga 30 kali lipat. Dari 26 kasus menjadi 929 kasus. Saat ini, Kabupaten Kudus pun tengah menjadi sorotan Satgas. Ketua Satgas Covid-19 Ganip Warsito pun langsung meninjau penanganan kesehatan di Kabupaten tersebut hari Kamis kemarin (3/6).

Berdasarkan analisis yang dilakukan oleh Satgas, kenaikan kasus di Kudus disebabkan oleh ziarah kubur menjelang dan sesudah lebaran. Selain itu, melonjaknya kasus positif di Kudus juga disebabkan oleh tradisi kupatan yang dilakukan masyarakat Kudus seminggu setelah lebaran. Masyarkat berkerumun saat ziarah dan saat mengikuti tradisi kupatan.

"Presentase kasus aktif di Kudus menjadi 21,41 persen atau 1.280 kasus. Ini angka yang besar jika dibandingkan dengan kasus aktif nasional yang hanya 5,47 persen," kata Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat UI itu.

Akibatnya, saat ini bed occupancy rate (BOR) atau keterisian tempat tidur rumah sakit di Kudus meningkat hingga 90 persen. Kondisi kesehatan di Kudus diperparah dengan banyaknya tenaga kesehatan yang terpapar Covid-19. Jumlahnya mencapai 189 orang.

Untuk menyiasati kondisi ini, hanya pasien gejala sedang dan berat saja yang diprioritaskan dirawat di rumah sakit Covid-19. Sementara pasien dengan gejala ringan diminta isolasi mandiri di rumah masing-masing atau dirujuk ke rumah sakit lain di Semarang.

"Banyak rumah sakit yang belum menerapkan zonasi merah, kuning, dan hijau, serta triase pasien. Pasien Covid-19, non Covid-19 dan keluarga pasien. Inilah mengapa Ketua Satgas menginstruksikan Pemda Kudus untuk mengonversi tempat tidur pasien Covid-19," tutup Wiku. [fik]

Ingat #PesanIbu

Jangan lupa Selalu Mencuci Tangan, Memakai Masker dan Menjaga Jarak Mari Bersama Cegah Penyebaran Virus Corona

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini