Satgas Covid-19 Ingatkan Guru Wajib Divaksinasi Sebelum PTM Juli 2021

Rabu, 9 Juni 2021 22:59 Reporter : Yunita Amalia
Satgas Covid-19 Ingatkan Guru Wajib Divaksinasi Sebelum PTM Juli 2021 Juru Bicara Satgas Covid-19, Wiku Adisasmito saat konferensi pers di Gedung Graha BNPB. ©2021 Istimewa

Merdeka.com - Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito kembali mengingatkan pelaksanaan pembelajaran tatap muka PTM di sekolah hanya melibatkan 25 persen dari kapasitas tiap-tiap kelas. Selain itu, tenaga pendidik yang melakukan PTM dipastikan sudah mendapat vaksin.

"Seluruh guru yang ikut dalam pembelajaran tatap muka harus sudah divaksin dan dipastikan tidak memiliki penyakit komorbid," ujar Wiku, Rabu (9/6).

Wiku menuturkan, data masyarakat usia sekolah yakni 6-18 tahun menyumbang 9,6 persen dari kasus positif nasional. Sementara 0,6 persen menyumbang kasus kematian nasional.

"Maka dari itu, penting untuk diingat bahwa kesempatan pembukaan sektor pendidikan ini harus dijaga stabilitasnya secara hati-hati dan terbatas," imbuhnya.

Pemerintah daerah juga diminta menekan laju penularan dan menurunkan angka kasus aktif di wilayahnya masing-masing. Hal ini karena potensi lonjakan pasca-lebaran masih mengancam. Sehingga munculnya lonjakan kasus dipelbagai daerah harus diantisipasi terutama pada kegiatan masyarakat yang menimbulkan kerumunan dan meningkatkan potensi penularan.

Dari hasil monitoring Satgas, bahwa Pulau Jawa sendiri menjadi kontributor terbesar kasus nasional mencapai 52,4 persen. Angka ini diprediksi akan meningkat dalam beberapa minggu ke depan.

"Antisipasi lonjakan kasus, pemerintah lakukan upaya terbaiknya melalui langkah preventif hingga kuratif," lanjutnya.

Pemerintah juga meminta satgas Covid-19 daerah mengevaluasi skenario penanganan tingkat RT, termasuk mikro lockdown di RT zona merah agar kasus dapat dikendalikan dengan efektif. Juga memaksimalkan upaya pencegahan di tingkat makro dengan mengevaluasi penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) tingkat kabupaten/kota. Serta dengan menindak sektor-sektor yang melanggar Instruksi Mendagri No. 12 Tahun 2021.

"Langkah tepat kendalikan pandemi dengan maksimal dan menjalankan kegiatan sosial ekonomi secara terkendali. Salah satu hasil jerih payah pengendalian pandemi dapat dilihat dengan mulai dibukanya sektor sosial ekonomi secara bertahap dan pembukaan pembelajaran tatap muka secara terbatas," pungkas Wiku.

[ray]

Baca juga:
Mendikbud-Ristek Sebut 30 Persen Sekolah Telah Menggelar Belajar Tatap Muka
Nadiem: PTM Terbatas Tak Sama dengan Sekolah Tatap Muka Normal
Nadiem Tegaskan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas Beda dengan Sekolah Normal
Pelajar SMK Mengaku Pembelajaran Tatap Muka Percepat Pemahaman Praktikum
Muncul Klaster Pesantren, Gibran Pastikan Belajar Tatap Muka di Solo Tetap Lanjut
Suasana Pembelajaran Tatap Muka di SDN Kenari 07/08 Pagi Jakarta

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini