Satgas Antimafia Bola Resmi Limpahkan Tersangka Jokdri ke Kejaksaan Agung

Jumat, 12 April 2019 16:27 Reporter : Nur Habibie
Satgas Antimafia Bola Resmi Limpahkan Tersangka Jokdri ke Kejaksaan Agung Pelimpahkan Tersangka Jokdri ke Kejaksaan Agung. ©2019 Merdeka.com/Nur Habibie

Merdeka.com - Satgas Antimafia Bola telah melimpahkan tersangka kasus perusakan barang bukti pengaturan skor, Joko Driyono. Penyerahan Jokdri sapaan akrabnya kepada Kejaksaan Agung disertakan sejumlah barang bukti milik tersangka.

"Satgas Anti Mafia Bola telah melaksanakan Penyidikan Dugaan perkara tindak pidana pencurian dengan pemberatan dan atau menghilangkan barang untuk pembuktian dan atau menghalangi pemeriksaan dan penyelidikan dan berkas Perkara sudah lengkap atau P-21," kata Ketua Tim Media Satgas Antimafia Bola, Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Jumat (12/4).

Pantauan merdeka.com, Jokdri saat itu menggunakan baju tahanan Polda Metro Jaya berwarna oranye, celana levis biru dengan tangan terikat ke depan menggunakan tali tis. Dengan wajah tanpa senyum, Jokdri digiring ke dalam mobil polisi yang sudah terparkir di halaman Mainhall, Polda Metro Jaya.

Selain membawa atau menyerahkan Jokdri ke Kejaksaan Agung sekitar pukul 14.45 WIB. Polisi juga menyerahkan sejumlah barang bukti yang dibawa menggunakan satu tas ransel berwarna merah, satu bungkus karung kain kecil dan satu buah kontainer plastik ukuran sedang yang berisi sejumlah dokumen.

Sebelumnya, Berkas perkara 10 tersangka dugaan pengaturan skor sepak bola Indonesia telah dinyatakan lengkap. Dengan begitu, para tersangka yang salah satunya merupakan mantan pelaksana tugas (Plt) Ketua Umum PSSI Joko Driyono atau Jokdri itu segera diserahkan ke Kejaksaan Agung.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, berkas perkara tersebut dinyatakan lengkap oleh Kejaksaan Agung pada Kamis 4 April 2019. Namun baru hari ini surat pemberitahuan P21 dikirimkan ke penyidik Satgas Antimafia Bola Polri.

"Hari ini secara resmi kita menerima surat P21 dari Kejagung. Untuk perkembangannya nanti akan saya sampaikan lebih lanjut," ujar Dedi di Mabes Polri di Jakarta, Senin (8/4).

Adapun 10 tersangka yang segera dikirim ke Kejaksaan Agung itu antara lain, mantan Ketua Asprov DIY Dwi Irianto alias Mbah Putih, mantan Anggota Exco PSSI Johar Lin Eng, mantan anggota Komite Wasit PSSI Priyanto, wasit futsal Anik Yuni Artika Sari, wasit pertandingan Nurul Safarid, dan anggota Direktorat Wasit Mansyur Lestaluhu.

"Enam tersangka ini terkait pengaturan skor laporan saudara Lasmi Indaryani (mantan Manajer Persibara Banjarnegara) di Liga 3," ucap Dedi.

Sementara empat tersangka lainnya terkait perusakan dan pencurian barang bukti kasus pengaturan skor di Kantor Komisi Disiplin PSSI, yakni Joko Driyono serta tiga pesuruhnya, M Mardani Mogot alias Dani, Musmuliadi alias Mus, dan Abdul Gofur.

"Untuk (rencana) pelimpahan ke Kejaksaan Agung atau tahap dua nanti menunggu Kasatgas," kata Dedi.

Tersangka Jokdri terkait kasus perusakan barang bukti dalam perkara dugaan pengaturan skor disangkakan melanggar Pasal 363 KUHP atau Pasal 235 KUHP atau Pasal 233 KUHP atau Pasal 232 KUHP atau Pasal 221 KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sebagaimana diketahui, Jokdri ditetapkan sebagai tersangka sejak 14 Februari 2019, namun baru ditahan pada 25 Maret 2019. [fik]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini