Santri di Kediri Tewas Usai Menceburkan Diri di Sungai Brantas

Jumat, 28 Desember 2018 06:34 Reporter : Imam Mubarok
Santri di Kediri Tewas Usai Menceburkan Diri di Sungai Brantas Santri bunuh diri di Sungai Brantas. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Diduga akibat depresi, Erwin Sudjana (16), warga Dusun Cibungur RT 03 RW 06 Desa Jatimukti, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jabar, nekat bunuh diri dengan menceburkan diri ke Sungai Brantas Kediri. Jasad Erwin ditemukan warga di belakang kampus Institut Ilmu Kesehatan (IIK) Kelurahan Bandar Lor Kecamatan Mojoroto Kota Kediri, Kamis (27/12) sore.

Penemuan mayat di bulan Desember 2018 ini merupakan kejadian kedua setelah sebelumnya tanggal 20 Desember juga ditemukan mayat ODGJ warga Pacitan. Erwin merupakan salah satu santri di sebuah pesantren kawasan Bandar Kidul, Kediri.

Menurut keterangan kawan-kawannya, Erwin sudah berulang kali berusaha bunuh diri sebelum kejadian. Dugaan bunuh diri itu akibat depresi yang dideritannya sehingga sulit diajak berkomunikasi.

Korban pernah melakukan bunuh diri dengan menggunakan cutter di kamar Asrama pondok namun bisa digagalkan kawan-kawannya. Pernah juga hendak menceburkan diri ke Sungai Brantas namun mampu digagalkan kawan-kawannya.

"Hingga akhirnya sekitar pukul 17.00 WIB warga mengetahui ada mayat mengapung di belakang kampus IIK dan melaporkan temuan tersebut Bripka Nurhadi Bhabinkatibmas Bhabinkamtibmas Kelurahan Bandar Lor. Oleh Bripka Nurhadi penemuan jenazah tersebut dilaporkan ke Polsek Mojoroto," kata AKP Sartana yang memimpin langsung evakuasi jenazah di TKP.

Saat ditemukan menurut AKP Sartana tidak ada tanda-tanda kekerasan. Korban memiliki ciri-ciri tinggi badan 160 sentimeter, rambut pendek. Memakai kaos oblong warna coklat bertuliskan 'THE NORTH FACE' dan celana panjang trening warna hitam kombinasi putih. Korban ini sebelumnya sempat dijaga kawan-kawannya, namun berhasil kabur.

"Setelah diketahui korban tidak ada di asrama pondok maka teman-temannya berusaha mencari di sepanjang Sungai Brantas sampai di Jembatan Baru," tambahnya.

Masih menurut AKP Sartana, berdasarkan keterangan saksi-saksi serta dengan tidak ditemukannya tanda-tanda kekerasan maka penyidik menyimpulkan bahwa murni karena bunuh diri dikarenakan depresi. Setelah dievakuasi korban di bawa ke RS Bhayangkara Kota Kediri untuk dilakukan autopsi luar, sebab pihak keluarga tidak menghendaki dilakukan autopsi.

"Keluarga korban juga membuat surat pernyataan tidak akan melakukan penuntutan apabila dikemudian hari ada permasalahan yang terjadi atas kejadian tersebut," pungkasnya. [gil]

Topik berita Terkait:
  1. Bunuh Diri
  2. Tewas Tenggelam
  3. Kediri
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini