Santoso tewas, Kapolri sebut masih ada teroris Ali Kalora

Selasa, 19 Juli 2016 14:47 Reporter : Supriatin
Santoso tewas, Kapolri sebut masih ada teroris Ali Kalora Wilayah persembunyian Santoso di Poso. ©Reuters/Kanupriya Kapoor

Merdeka.com - Pimpinan jaringan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Abu Wardah alias Santoso, diduga kuat salah satu yang tewas dalam kontak senjata dengan pasukan Tinombala pada Senin sore kemarin. Selain Santoso, ada Bisri yang diduga kuat nyawanya ikut melayang.

Meski pentolan MIT tersebut dan tangan kanannya sudah tewas tertembak, Kapolri Jenderal Tito Karnavian menilai untuk saat ini situasi Poso dan sekitarnya aman sejenak.

"Maka situasi wilayah Sulawesi Tengah relatif aman," kata Kapolri Tito usai rapat dengan Presiden Jokowi dan seluruh kapolda di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Selasa (19/7).

Meski demikian, kata dia, operasi perburuan teroris akan terus berlanjut. Sebab selain Santoso, ada kelompok teroris di bawah kepemimpinan Ali Kalora alias Ali Ahmad yang juga harus diwaspadai.

"Ada Ali Kalora satu lagi, saya mengenal betul jaringan itu dari tahun 2005, saya operasi di sana," jelasnya.

Namun, kelompok Ali Kalora tak sekuat kelompok MIT di bawah Santoso dan Basri.

"Tidak memiliki kemampuan, kompetensi dan leadership seperti Basri dan Santoso," jelasnya.

"Bisa saja kalau seandainya kita diamkan. Tapi selesai ini operasi akan kita jalankan terus sambil operasi-operasi untuk menetralisir pro kekerasan di sana tetap kita jalankan," pungkasnya.

Ditemui terpisah, Kapolda Sulawesi Tengah, Brigjen Rudy Sufahriadi mengatakan, selain Santoso, ada kelompok sipil bersenjata lainnya lainnya di bawah kendali Ali Kalora.

"Di kelompok yang 16, ada Ali Kalora yang memimpin bersama istrinya, sisanya laki-laki," beber Rudy. [lia]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini