Santoso diduga tewas, PDIP bilang Jokowi tak salah pilih Kapolri

Selasa, 19 Juli 2016 10:52 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah
Santoso diduga tewas, PDIP bilang Jokowi tak salah pilih Kapolri Jenderal Tito Karnavian dilantik jadi Kapolri. ©2016 dok.biro pers setpres

Merdeka.com - Pimpinan Mujahid Indonesia Timur (MIT) Santoso diduga tewas dalam baku tembak dengan Satgas Tinombala, Senin (19/7) petang kemarin. Kapolri Jenderal Tito Karnavian mendapat pujian dalam aksi baku tembak yang tewaskan dua orang, sati di antaranya diduga Santoso itu.

Anggota Komisi I DPR Fraksi PDI Perjuangan Charles Honoris menyebut Presiden Joko Widodo tidak salah memilih Tito Karnavian menjadi Kapolri.

"Presiden Jokowi tidak salah memilih Kapolri. Dan ke depan koordinasi dengan institusi lain harus semakin diperkuat dalam operasi-operasi memberantas kelompok teroris yang masih mengancam keamanan nasional," kata Charles di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (19/7).

Dia pun tak segan menyebut keberhasilan Satgas itu merupakan prestasi yang membanggakan bagi Tito. Kekuatan kelompok Santoso disebut kian lemah. Charles berharap, petugas memanfaatkan kondisi ini untuk semakin memaksimalkan operasi penumpasan.

"Saya mengapresiasi aparat keamanan atas keberhasilannya melumpuhkan Santoso. Ini jelas prestasi yang membanggakan," tegasnya.

"Dengan tertembaknya Santoso tentu akan membuat jaringan teroris ini tercerai berai dan kocar-kacir. Ini akan lebih memudahkan aparat keamanan untuk memberangus secara total sisa-sisa kelompok teroris ini," tambah Charles.

Seperti diketahui, Satgas Tinombala terlibat baku tembak dengan sejumlah terduga teroris pimpinan Santoso di tengah hutan kawasan Poso, Sulawesi Tengah. Dalam baku tembak ini, dua orang terduga teroris ditembak mati petugas, salah satunya memiliki ciri seperti Santoso.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengakui salah satu dari dua orang tewas tersebut memang memiliki ciri khas seperti Santoso yaitu memiliki tahi lalat di dahi. Namun, ia belum dapat memastikan apakah benar yang tewas tersebut merupakan Santoso.

"Kami belum tau siapa dua orang ini. Memang ada tanda-tanda tahi lalat di dahinya yang menjadi ciri khas Santoso. Tapi sekali lagi saya belum bisa konfirmasi, teman-teman juga sedang melakukan evakuasi untuk identifikasi siapa yang bersangkutan," kata Tito usai menghadiri makan malam bersama Perdana Menteri Selandia Baru di Istana Negara, Jakarta, Senin (18/7) malam.

Tito menyatakan, selain diketahui satu orang tewas tersebut memiliki tahi lalat di dahi, terlihat pula satu orang yang tewas tersebut memiliki janggut. Dengan artian, dari dua ciri tersebut mengarah ke Santoso. Namun, mantan Kapolda Metro Jaya tersebut menyatakan akan terlebih dahulu membawa jenazah ke RS Bhayangkara di Palu untuk diidentifikasi lebih lanjut. [rnd]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini