Sambangi gedung DPR, Ruki mengaku cuma mau cek tabungan

Selasa, 26 April 2016 14:37 Reporter : Dieqy Hasbi Widhana
Sambangi gedung DPR, Ruki mengaku cuma mau cek tabungan Taufiqurrahman Ruki. ©2015 merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Mantan Plt Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Taufiqurrahman Ruki yang diisukan menolak hadir dalam ‎Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU)‎ dengan komisi III, tiba-tiba menyambangi gedung DPR, Selasa (26/4).

Dengan menggunakan jas dan celana bernuansa hitam dengan kemeja biru, Ruki bergegas menuju Bank Mandiri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. Sambil membenarkan tata letak tas kecilnya, Ruki enggan mengomentari terkait isu ‎terkait penolakannya dipanggil komisi III DPR.

‎"‎Saya enggak mau diwawancarai soal ini," kata Ruki di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (26/4).

Ruki menjelaskan kedatangannya bukan untuk memenuhi klarifikasi komisi III DPR terkait kasus pembelian lahan RS Sumber Waras. Namun dia mengaku hanya mengecek tabungannya di Bank Mandiri.

"Saya ke DPR untuk urusan keuangan saya di Bank Mandiri. Karena saya punya rekening ada di sini semuanya, tidak untuk urusan dengan komisi III," tuturnya.

Sebelumnya, Ketua Komisi III DPR Bambang Soesatyo menyebut Ruki menolak dipanggil DPR. Namun komisi III ngotot mengirimkan undangan lagi. Pemanggilan Ruki dinilai penting untuk mengungkap kasus pembelian lahan RS Sumber Waras.

"‎Karena Bapak Ruki dan kawan-kawan menolak hadir undangan komisi III hari ini terkait kasus Sumber Waras, maka Kita akan undang kembali usai reses sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam tata tertib dewan dan UU MD3," kata Ketua Komisi III DPR Bambang Soesatyo melalui pesan singkatnya, Selasa (26/4).

Menurut Politikus Partai Golkar ini, KPK pada era Ruki yang meminta badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk melakukan audit investigatif terkait pembelian lahan RS Sumber Waras. Hasilnya ditemukan kerugian negara. DPR ingin mengatahui apa alasan KPK saat itu. ‎

"Karena keterangan yang bersangkutan tentang mengapa KPK ketika itu sampai meminta BPK lakukan audit investigasi dengan tujuan tertentu, sangat penting bagi dewan dan masyarakat terkait kasus Sumber Waras," tuturnya. [noe]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini