Samakan sikap hadapi berita hoaks, Kapolda Metro kumpulkan tokoh agama

Selasa, 20 Maret 2018 13:55 Reporter : Ronald
Samakan sikap hadapi berita hoaks, Kapolda Metro kumpulkan tokoh agama ilustrasi berita hoaks. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Azis menggelar pertemuan dengan sejumlah ulama serta tokoh masyarakat di Mapolda Metro Jaya. Pertemuan tersebut masih seputar membahas menangkal berita hoaks yang kian marak.

"Jadi kegiatan pagi ini kita melakukan coffee break. Temanya adalah masalah hoaks dan teror kekerasan terhadap para tokoh agama. Kita mengundang lintas agama kemudian dari aparat pemerintah dan jajaran Menkopolhukam," ujar Idham, Selasa (20/3).

Pembahasan meliputi, lanjut Idham, cara polisi dan ormas menyikapi isu penyerangan ulama dan hoaks. Dengan sikap yang sejalan polisi dan tokoh agama berharap masyarakat tidak termakan hoaks.

"Tujuannya agar kita duduk sama-sama ke depan antisipasi cara bertindak yang baik terhadap isu-isu yang berkembang, khususnya di wilayah Jakarta," katanya.

Rencananya agenda ini akan berlangsung secara berkala dengan tema yang ada di masyarakat.

"Agenda ini akan kita budayakan akan kita selalu laksanakan secara berkesinambunhan apakah dua Minggu saklai atau tiga Minggu sekali dengan tema yang ada di masyarakat. Misalnya narkoba, skimming, nanti diatur," tandasnya.

Hal ini sejalan dengan perintah presiden Joko Widodo untuk mensosialisasikan etika kerukunan umat beragama. Yang tertuang enam rumusan Pandangan dan Sikap Umat Beragama tentang Etika Kerukunan Antar Umat Beragama yang disepakati di Istana Bogor.

1. Setiap pemeluk agama memandang pemeluk agama lain sebagai sesama makhluk ciptaan Tuhan dan saudara sebangsa.
2. Setiap pemeluk agama memperlakukan pemeluk agama lain dengan niat dan sikap baik, empati, penuh kasih sayang, dan sikap saling menghormati.
3. Setiap pemeluk agama bersama pemeluk agama lain mengembangkan dialog dan kerjasama kemanusiaan untuk kemajuan bangsa.
4. Setiap pemeluk agama tidak memandang agama orang lain dari sudut pandangnya sendiri dan tidak mencampuri urusan internal agama lain.
5. Setiap pemeluk agama menerima dan menghormati persamaan dan perbedaan masing-masing agama dan tidak mencampuri wilayah doktrin, akidah, keyakinan dan praktik peribadatan agama lain.
6. Setiap pemeluk agama berkomitmen bahwa kerukunan antarumat beragama tidak menghalangi penyiaran agama, dan penyiaran agama tidak menggangu kerukunan antar umat beragama. [rhm]

Topik berita Terkait:
  1. Berita Hoax
  2. Polri
  3. Jakarta
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini