Saling tuding Ahok vs Amien Rais, mulai arogan hingga tua jadi pikun

Selasa, 26 April 2016 08:10 Reporter : Muhammad Sholeh
Saling tuding Ahok vs Amien Rais, mulai arogan hingga tua jadi pikun Amien Rais. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Banjir yang menggenangi Jakarta beberapa hari lalu menuai polemik antara Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dengan bawahannya, Wali Kota Jakarta Utara Rustam Effendi. Ahok menuding Rustam tak becus dalam menyelesaikan proyek penanggulangan banjir.

Kegeraman Ahok terhadap Rustam ini langsung disampaikan dalam rapat penanggulangan banjir bersama jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lainnya. Dengan nada tinggi, Ahok juga menyindir Rustam mendukung Yusril Ihza Mahendra sebagai calon gubernur DKI Jakarta pada Pilkada 2017.

Mantan Ketua MPR RI, Amien Rais menilai sikap Ahok terhadap anak buahnya sangat arogan. Selain itu, Ahok dinilai kerap menantang berbagi pihak bahkan terkesan meremehkan lembaga negara dalam hal ini badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait kasus RS Sumber Waras.

"Ini bukan masalah SARA, tapi dia memang tidak layak menjadi pimpinan. Jangankan presiden, gubernur saja bagi saya kurang pantas," kata Amien, Minggu (24/4) kemarin.

Mantan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) ini menganggap sikap Ahok keras kepala dan tidak mau disalahkan. Ahok adalah satu-satunya pemimpin yang merasa paling benar dan ingin memboyong kebenaran menurut kacamatanya sendiri.

Amien minta semua pihak untuk bersatu menghentikan sikap kontroversial Ahok akibat kata-kata serta ucapan kotor yang kerap dilontarkannya. Dia khawatir jika Ahok kembali terpilih menjadi gubernur DKI, akan berkelakuan bengis, beringas, dan menghina bangsa Indonesia.

"Kalau saya orang Jakarta, pasti akan turun gunung, sayang saya orang Yogyakarta," tegas Amien.

Menanggapi soal kritikan Amien, Ahok tak tinggal diam. Dia hanya terkekeh kecil saat dikonfirmasi terkait pernyataan Amien Rais.

Ahok mengaku bingung dengan pernyataan Amien Rais tersebut. Sebab pernyataan itu kontraproduktif dengan sikap Amien pada 2006 saat Ahok masih menjabat sebagai Bupati Bangka Belitung Timur.

"Waktu saya jadi bupati, dia (Amien Rais) kasih penghargaan ke saya sebagai aktor demokrasi sesungguhnya. Aku dikasih pin, dia masih baru selesai dari Ketua MPR dikawal datangnya. Di Ancol, dia kasih penghargaan terus dia ngomong gini ke saya 'saya titipkan perjuangan demokrasi reformasi Indonesia kepada kamu'," tuturnya di Balaikota DKI Jakarta, Senin (25/4).

Pernyataan Amien Rais tetap harus dihargai. Namun Ahok mengira, faktor usia membuat Amien Rais lupa akan pernyataan dan sikap yang sebelumnya pernah diungkap mantan petinggi Partai PAN tersebut pada Ahok.

"Mungkin dia sudah tua, jadi pikun kali," tutup Ahok. [noe]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini