Saldo Sejumlah ASN Pemkab Klaten di Bank Jateng Diduga Raib

Rabu, 8 September 2021 11:55 Reporter : Arie Sunaryo
Saldo Sejumlah ASN Pemkab Klaten di Bank Jateng Diduga Raib Bank Jateng. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Warga Klaten dihebohkan dengan kabar raibnya saldo sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) di rekening BPD Jateng (Bank Jateng). Tidak sedikit nasabah terutama dari kalangan ASN yang kemudian mendatangi bank.

Dikonfirmasi wartawan, Kepala Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Klaten Himawan mengaku mengetahui kabar adanya rekening yang bobol tersebut melalui unggahan di grup WhatsApp.

"Kemarin siang saya dapatkan WA dari grup, ada salah satu korban di salah satu OPD yang kaitannya dengan rekeningnya hilang. Terus saya koordinasikan dengan Bank Jateng, ternyata Bank Jateng juga kaget," kata Himawan, Rabu (8/9).

Ia menjelaskan, sejumlah langkah sudah dilakukan Bank Jateng. Di antaranya melapor ke internal, khususnya kepada direksi hingga laporan ke Polres Klaten.

"Jadi saat ini sudah ditangani dari sisi hukum oleh Polres," katanya.

Kemudian, lanjut dia, dari Bank Jateng menyampaikan bahwa kasus tersebut sudah ditangani dengan cepat. Terkait kronologi kejadian, dikatakannya, masih delam proses identifikasi. Himawan juga mengaku belum mengetahui berapa jumlah ASN yang menjadi korban.

"Belum ada laporan, ini masih proses. Kami belum bisa matur, jumlahnya berapa, tindakannya bagaimana. Biarkan nanti proses hukum yang melaksanakan," bebernya.

Kendati demikian, sesuai informasi yang diperolehnya dari Bank Jateng, para nasabah diimbau agar tetap tenang. Karena uang nasabah di bank tersebut dijamin keamanannya.

"Saran dari Bank Jateng, apabila ada nasabah yang uangnya berkurang, tapi tidak atas inisiatif penarikan sendiri, untuk segera melapor ke kantor Bank Jateng manapun. Nanti akan segera ditangani," tutur Himawan.

Himawan menyampaikan, selama ini transfer gaji para ASN memang melalui Bank Jateng. Karena kas daerah memang disimpan di bank tersebut.

"Imbauan kami khususnya nasabah yang ASN, tetap tenang. Kalau dicek ada saldo yang berkurang, bukan inisiatif pribadi, segera buat laporan. Kalau dirasa perlu pemblokiran ya, ajukan pemblokiran," pungkasnya.

Asisten 1 Setda Klaten Ronii Rukminto menyampaikan, pihaknya sudah dihubungi Bank Jateng pada Selasa sore. Mereka menyarankan agar sementara memblokir rekening para ASN. Sosialisasi terkait pemblokiran itu sudah dilakukan melalui media sosial oleh pihak bank.

"Kita tunggu dulu, karena ini sedang dalam pengusutan. Itu modus operandinya sudah diketahui. Kedepan keamanan ATM agar ditingkatkan," katanya.

Inspektur Klaten, Jajang Prihono menambahkan, pihaknya berharap diambil langkah aman, yakni dengan memblokir semua rekening ASN secara bersamaan. Ia menyebut, korban hilangnya saldo tersebut paling banyak dialami jajaran tenaga kesehatan.

"Kemarin yang paling banyak memang dari jajaran kesehatan. Nakes kalau nggak salah. Setiap puskesmas, hampir setiap puskesmas ada," ungkap Jajang menambahi.

Baca juga:
PNS di Tapanuli Utara Ditangkap Polisi saat Gunakan Sabu
BKN: Usulan Kenaikan Pangkat PNS Diterima Paling Lambat 31 Agustus 2021
BP Tapera Siap Cairkan Dana Taperum PNS Rp229 Miliar untuk 48.065 Penerima
Fakta di Balik Gaji PNS Tahun 2022
Masih CPNS, ini Penyebab di Balik Greysia Polii & Apriani Rahayu Tak Kunjung Diangkat
Anggaran Gaji PNS 2022 Terbesar Sejak 2017

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. PNS
  3. Klaten
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini