Salat di Masjidil Haram Sudah Tak Dibatasi, Pemerintah Tunggu Kabar Umrah dari Saudi

Senin, 18 Oktober 2021 16:39 Reporter : Muhammad Genantan Saputra
Salat di Masjidil Haram Sudah Tak Dibatasi, Pemerintah Tunggu Kabar Umrah dari Saudi Jemaah haji tawaf di Masjidil Haram. ©REUTERS/Ahmed Jadallah

Merdeka.com - Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Hilman Latief belum bisa memastikan kapan Arab Saudi mengizinkan jemaah Indonesia sudah untuk umrah. Meski begitu, dia mengungkapkan isyarat dibukanya umrah di masa pandemi untuk Indonesia.

Menurut Latief, suasana di Arab Saudi sudah mulai terlihat normal. Kebijakan jaga jarak juga sudah dilonggarkan.

"Kabar langsung dari pemerintah (Arabnya) belum ada (sudah dibolehkan umrah) tetapi kita melihat sendiri ada banyak perkembangan terbaru misalnya sudah mulai dibuka kelonggaran-kelonggaran social distancing," kata Latief di Jakarta, Senin (18/10).

Selain itu, kata dia, pesta-pesta dan acara lainnya di Arab Saudi sudah dilakukan masyarakat. Kemudian, jarak jemaah di masjid juga sudah tidak dibatasi lagi.

"Juga sudah mulai dikurangi kebijakannya bahkan pesta pesta, acara keluarga pernikahan sebagainya sudah mulai tampak batas tanpa sosial distancing, batas masjid juga sudah mulai dibuka," ungkapnya.

Maka, lanjut Latief, hal itu adalah indikasi yang baik untuk Indonesia bahwa di Saudi sudah mulai longgar. Tetapi, jemaah Indonesia juga harus memahami bahwa sebuah negara yang sudah melonggarkan prosesnya bukan berarti masuknya akan mudah.

"Masuknya juga akan sangat ketat untuk memastikan bahwa semuanya aman. Oleh karena itu kita tetap mitigasi dalam hal kesehatan calon jemaah umrah kita jalankan," kata Latief.

"Persoalannya bukan hanya umrah saja ini umrah masa pandemi. Umrahnya saya kira itu bisa terlaksana kalau beberapa persyaratan yang sifatnya diplomatik maupun juga protokol kesehatan bisa terlampaui," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, mulai Minggu (17/10), Masjidil Haram di kota suci Makkah, Arab Saudi, beroperasi dengan kapasitas penuh. Para jemaah diizinkan salat berdekatan tanpa berjarak. Ini merupakan pertama kalinya diberlakukan sejak pandemi Covid-19.

Kebijakan ini dilaksanakan setelah Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi menyetujui sejumlah pelonggaran tindakan pencegahan Covid-19, termasuk mengizinkan Masjidil Haram beroperasi dalam kapasitas penuh, seperti dilaporkan Biro Pers Saudi (SPA).

Negara kerajaan ini juga mengizinkan perkumpulan dan akan mencabut kewajiban masker bagi orang yang telah menerima dosis penuh vaksin Covid-19.

Dilansir Al Arabiya, Minggu (17/10), para pekerja mencabut tanda di lantai yang memandu orang untuk melakukan jaga jarak di dalam dan sekitar Masjidil Haram.

Gambar dan cuplikan video pada Minggu pagi menunjukkan orang-orang sedang salat dengan saf yang berdekatan.

Sementara aturan jaga jarak dicabut, pihak berwenang mengatakan pengunjung harus divaksinasi penuh dan harus tetap memakai masker di dalam masjid.

Pada Agustus, Arab Saudi mengumumkan akan mulai menerima warga asing yang telah divaksinasi untuk melaksanakan umrah. [gil]

Baca juga:
Kemenag Jelaskan Skema Perjalanan Umrah di Masa Pandemi Covid-19
Operator Bandara Tunggu Aturan Baru Penerbangan Umrah di Masa Pandemi Covid-19
Saudi Berencana Izinkan Umrah Jamaah Indonesia, Kemenag Minta Penyelenggara Bersiap
Kemenkes Bakal Bahas Prosedur Umrah, Vaksinasi dan Karantina
Kemenag Sebut Izin Umrah dari Pemerintah Arab Dipengaruhi Situasi Covid-19 di RI
DPR Minta Pemerintah Segera Tindak Lanjuti Teknis Pelaksanaan Umrah bagi Jemaah RI

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Umrah
  3. Arab Saudi
  4. Haji
  5. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini