Salahgunakan SKTM, sejumlah peserta PPDB online di Solo dicoret

Rabu, 11 Juli 2018 16:39 Reporter : Arie Sunaryo
Salahgunakan SKTM, sejumlah peserta PPDB online di Solo dicoret Ilustrasi. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Maraknya penyalahgunaan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2018/2019 juga terjadi di Kota Solo. Akibatnya, sejumlah peserta PPDB online harus dicoret setelah dilakukan verifikasi.

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Surakarta, Agung Wijayanto mengatakan, hingga saat ini ada 3 calon siswa yang diduga melakukan penyalahgunaan SKTM. Mereka mendaftar di dua SMA Negeri di Kota Bengawan.

"Ada 3 yang kita temukan setelah pengecekan di lapangan. Dua orang mendaftar di SMA Negeri 2, satu orang mendaftar di SMA Negeri 8," katanya, Rabu (11/7).

Ketua PPDB SMA Negeri 2 Surakarta, Dwi Arti Maryunani mengatakan pihaknya telah melakukan verifikasi terhadap 8 SKTM di lapangan sejak Senin (9/7) lalu. Hasilnya, 6 SKTM sudah sesuai kenyataan, dan 2 lainnya tidak sesuai.

Lebih lanjut Dwi menjelaskan, ada 1 SKTM yang tidak masuk SK Gakin Wali Kota Solo. Pada awalnya, calon siswa tersebut merupakan warga Pasar Kliwon. Namun setelah pengecekan, yang bersangkutan sudah pindah ke Desa Bekonang, Mojolaban, Sukoharjo.

"Satunya ternyata berasal dari keluarga mampu, orangtuanya ternyata seorang PNS dan punya tempat tinggal bagus," jelasnya.

Calon siswa tersebut mendaftar dengan menggunakan KIP, namun tidak ada kartunya. Akibatnya, dua orang pendaftar di SMA Negeri 2 tersebut dicoret dari daftar seleksi PPDB. Sementara itu, pengumuman seleksi PPDB, akan dilakukan pada hari ini, maksimal pukul 23.55 WIB. [fik]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini