Saksi sebut pemilihan suara ulang rugikan suara Jokowi-JK

Senin, 11 Agustus 2014 20:52 Reporter : Muhamad Agil Aliansyah
Saksi sebut pemilihan suara ulang rugikan suara Jokowi-JK Sidang sengketa Pilpres di MK. ©2014 merdeka.com/muhammad lutfhi rahman

Merdeka.com - Saksi Pasangan Joko Widodo - Jusuf Kalla tingkat Provinsi DKI Jakarta, Sunggul Sirait mengaku keberatan dengan pelaksanaan suara ulang (PSU) di Provinsi DKI Jakarta. Menurut saksi, mulai pelaksanaan PSU membuat suara pasangan nomor urut 2 mengalami ketimbang saat Pilpres 9 Juli.

"Kita keberatan sampai PSU dan hasilnya juga," kata Sunggul dalam sidang PHPU Pilpres 2014 di ruang sidang pleno Gedung MK, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (11/8) malam.

Selain terjadi penurunan perolehan suara, pelaksanan PSU itu, kata Sunggul seharusnya perhitungan suara nasional ditetapkan pada waktunya menjadi diundur oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

"Keberatan karena PSU tidak dilakukan dengan baik. Pertama PSU itu dilakukan dalam bentuk surat selama 3 hari. Kemudian akibat dari surat itu keputusan KPU mengeluarkan surat PSU tanggal 18 sore. Padahal seharusnya pada tanggal itu sudah dilakukan perhitungan tingkat nasional," ujar saksi.

Mendengar itu, salah satu majelis hakim menanyakan apakah keberatan keberatan dirinya sebagai saksi yang diberi mandat di KPU Jakarta oleh Pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla telah memberikan laporannya.

"Apakah saudara sudah melaporkan keberatan itu," tanya hakim majelis Ahmad Fadhlil.

Sunggul mengaku telah memberikan keberatannya kepada KPU. Tetapi KPU tidak menggubris laporannya. "Pihak KPU tidak ada tanggapan karena keberatan disampaikan menjelang selesai pleno," jawab Sunggul.

"Kenapa begitu. Apa alasannya," tanya Ahmad Fadhlil.

"Saya kurang tahu yang mulia karena yang saya tahu saat itu hanya mengikuti rekapitulasi suara tingkat nasional," kata Sunggul. [did]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini