Saksi sebut Ketua DPRD Riau tahu uang suap kasus PON Riau

Rabu, 15 Januari 2014 14:07 Reporter : Abdullah Sani
ilustrasi korupsi. ©2013 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Sidang kasus suap PON Riau XVIII 2012 dengan terdakwa mantan Gubernur Riau Rusli Zainal kembali digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Pekanbaru, Rabu (15/1). Sidang kali ini menghadirkan banyak saksi, salah satunya mantan Wakil Ketua DPRD Riau Taufan Andoso.

Dalam kesaksiannya Taufan menjelaskan, Ketua DPRD Provinsi Riau Johar Firdaus mengetahui permintaan uang suap untuk anggota DPRD Riau sebagai pemulusan revisi Perda No 06 tahun 2010. "Pak Johar tahu lah terkait uang permintaan sebesar Rp 1,8 miliar itu, kan pertemuannya beberapa kali, dan prosesnya pun panjang, dia (Johar Firdaus) pun ada saat pertemuan yang membahas permintaan uang itu," ujar Taufan menjawab pertanyaan hakim Bachtiar Sitompul.

Taufan mengatakan, pertemuan membahas permintaan uang itu digelar sebanyak dua kali di rumah dinas Johar Firdaus. "Dua kali pertemuannya di rumah Pak Johar, saya tidak pernah diajak, tapi saya tahu, yang memberi tahu saya adalah Roem Zein (anggota DPRD Riau), Pak Johar dari Partai Golkar," kata Taufan.

Awalnya, permintaan uang suap sebesar Rp 4 miliar. "Tapi akhirnya disepakati Rp 1,8 miliar uang yang diminta itu," kata Taufan.

Selain Taufan, JPU juga menghadirkan saksi lainnya, yaitu mantan Sekda Provinsi Riau Wan Syamsir Yus, mantan Ketua Pansus revisi Perda No 06 Tahun 2010 M Dunir yang juga anggota DPRD Riau, dan dua mantan anggota DPRD Riau Syarif Hidayat dan Adrian Ali. [has]

Topik berita Terkait:
  1. Korupsi PON
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.