Sakit hati Rasulullah dicaci, Hamzah pukul Abu Jahal pakai busur

Rabu, 7 Juni 2017 08:00 Reporter : Desi Aditia Ningrum
Sakit hati Rasulullah dicaci, Hamzah pukul Abu Jahal pakai busur kaligrafi muhammad. ©2017 wallpaperislami.com

Merdeka.com - Hamzah bin Abdul Muthalib adalah sahabat, sekaligus paman dan saudara sepersusuan Nabi Muhammad SAW. Keduanya teman sepermainan saat kecil. Tak heran jika Hamzah amat mengenal kepribadian Muhammad. Keduanya memiliki hubungan sangat kuat.

Hamzah ditakdirkan menjadi laki-laki yang kuat. Badannya tegap, dia terkenal sebagai penunggang kuda yang cekatan, ahli pedang dan bela duri seantero Mekkah.

Saat Muhammad mulai berdakwah, Hamzah belum memeluk agama Islam. Namun, jauh dari lubuk hatinya, dia tidak mengingkari keluhuran budi Muhammad. Kendati demikian, Hamzah tak memperlihatkan rasa tidak suka terhadap dakwah Muhammad seperti yang dilakukan orang-orang Quraisy.

Bahkan dia selalu memberikan perlindungan terhadap Muhammad saat kaum kafir semakin membenci sahabatnya itu.

Suatu hari, salah seorang petinggi Quraisy, Abu Jahal bertemu dengan Muhammad. Dia mencela dan memaki Beliau. Namun, Rasulullah SAW tetap tenang, tak menanggapi perilaku Abu Jahal. Perlakuan Abu Jahal terhadap Muhammad diketahui oleh seorang pelayan wanita Abdullah bin Jud'an.

Saat itu Hamzah tengah di Mekkah. Kemudian pelayan wanita itu menemui Hamzah dan menceritakan semua yang menimpa Muhammad. Mendengar cerita itu, Hamzah bergegas menemui Abu Jahal.

Sesampainya di hadapan Abu Jahal, Hamzah memukulkan busur ke kepala Abu Jahal hingga terluka dan mengeluarkan darah.

"Mengapa kau mencaci Muhammad? Padahal, aku telah menganut agamanya dan mengatakan apa yang dikatakannya. Coba ulangi makianmu tadi kepadaku jika kau berani!" bentak Hamzah dikutip dari buku Kisah Seru 60 Sahabat Rasul tulisan Ummu Akbar.

Para petinggi Quraisy yang sedang berkumpul saling pandang mendengar kata-kata Hamzah. Di hadapan mereka, Hamzah menyatakan bahwa dia berada di pihak Muhammad: bersaksi tiada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusanNya. Setelah itu, Hamzah pergi meninggalkan tempat itu.

Semenjak masuk Islam, Hamzah selalu mencurahkan segenap tenaga dan pikirannya untuk kemajuan islam sehingga Rasulullah memberinya gelar 'Asadullah wa asadu rasulihi' atau singa Allah dan RasulNya. Karena kepahlawanan dan keberaniannya dalam membela Islam. [ded]

Topik berita Terkait:
  1. Kisah Nabi
  2. Jakarta
  3. Ramadan 2017
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini