Sakit hati, pemuda di Gunungkidul sebar foto bugil selingkuhan via medsos

Selasa, 19 Juni 2018 09:31 Reporter : Purnomo Edi
Sakit hati, pemuda di Gunungkidul sebar foto bugil selingkuhan via medsos Ilustrasi Video Porno. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Tak terima diputus oleh selingkuhannya, seorang pemuda berinisial Sn (24) warga Desa Mulusan, Kecamatan Paliyan, Kabupaten Gunungkidul tega menyebar foto telanjang selingkuhannya yang berinisial S (31). Akibat perbuatan nekatnya ini, Sn pun mesti berurusan dengan pihak kepolisian.

Kasatreskrim Polres Gunungkidul, AKP Riko Sanjaya mengatakan peristiwa penyebaran foto telanjang korban S berawal saat korban dan pelaku sama-sama menjalin hubungan asmara. Padahal korban masih berstatus memiliki suami.

"Selama menjalin hubungan, baik korban maupun pelaku kerap melakukan komunikasi dengan panggilan video. Pelaku sering meminta korban untuk melakukan panggilan video sambil telanjang. Saat itu pelaku sempat menyimpan gambar dari panggilan video korban," ujar Riko, Selasa (19/6).

Riko menuturkan korban dan pelaku sempat menjalin hubungan asmara selama beberapa bulan. Korban, kata Riko kemudian menyadari hubungan yang dilakukannya dengan pelaku adalah salah dan ingin mengakhiri hubungan tersebut.

Korban, sambung Riko kemudian memutuskan untuk mengakhiri hubungan asmara terlarang tersebut. Sayangnya, keputusan korban mengakhiri hubungan ini mendapatkan penolakan dari pelaku.

"Pelaku tak terima diputuskan oleh korban. Pelaku sempat mengancam akan menyebarkan foto telanjang korban. Ancaman pelaku ini tak diperdulikan oleh korban. Akhirnya pelaku pun menyebarkan foto korban melalui medsos," urai Riko.

Riko menjabarkan korban tak terima dengan tindakan pelaku yang menyebarkan foto telanjangnya, dan melaporkan kasus ini ke Polres Gunungkidul. Pelaku pun berhasil ditangkap usai korban dan polisi menjebaknya. Korban diminta untuk mengajak pelaku bertemu dengan alasan ingin rujuk, saat pelaku datang, petugas kepolisian pun langsung menangkapnya.

"Dari pengakuan, pelaku nekat menyebarkan foto telanjang korban karena sakit hati dan tak terima diputus. Pelaku kemudian membuat akun medsos palsu dan menyebarkan puluhan foto telanjang korban lewat medsos baik itu di facebook maupun lewat instagram. Atas perbuatannya, pelaku diancam dengan pasal 27 ayat 1 jo pasal 45 ayat 1 UU RI No 19 tahun 2018 dengan ancaman kurungan penjara 6 tahun dan atau denda 1 miliar rupiah," tutup Riko. [ded]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini