Sagu sebagai alternatif pengganti impor gandum

Senin, 5 Mei 2014 17:14 Reporter : Dede Rosyadi
Sagu sebagai alternatif pengganti impor gandum ilustrasi gandum. ©2012 nspresearchnutrition.com

Merdeka.com - Indonesia memiliki beragam makanan pokok termasuk sagu. Besarnya produktivitas dan ekspor sagu di Indonesia seharusnya bisa menjadikan solusi untuk menggantikan impor gandum. 

"Sagu bisa digunakan untuk menggantikan gandum impor di tanah air. Jika sagu sudah dimanfaatkan dengan baik tidak perlu ada lagi impor terigu," kata Guru Besar Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor, Prof Mohammad Bintoro, dalam acara diskusi yang diselenggarakan oleh Masyarakat Ilmu Pengetahuan (Mapiptek) di Jakarta, seperti dikutip dari antaranews, Senin (5/5).

Bintoro menjelaskan pati sagu dapat menggantikan beras dan gandum. Selain itu pati sagu itu dapat digunakan untuk roti, kue kering, biskuit, kerupuk, dan empek-empek.

Seperti diketahui Indonesia merupakan negara pengimpor gandum terbesar nomor dua di dunia setelah Mesir. Impor gandum Indonesia mencapai 6,2 juta metrik ton dengan nilai 2,2 miliar dolar AS.

Kepala Balai Besar Pasca Panen Litbang Kementerian Pertanian, Rudy Tjahjohutomo mengatakan, sagu belum sepenuhnya dilirik oleh industri. Meski sagu lebih kaya serat dibandingkan gandum.

"Industri banyak yang belum tertarik mengolah sagu menjadi tepung. Makanya, masyarakat jadi kesulitan memanfaatkan sagu menjadi makanan olahan," ujarnya. [cza]

Topik berita Terkait:
  1. Kementerian Pertanian
  2. Advertorial

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini