Sadisnya Mantan Pacar Bakar SZ Hingga Tewas dengan Daun dan Kayu di Cisauk

Selasa, 13 Juli 2021 15:22 Reporter : Kirom
Sadisnya Mantan Pacar Bakar SZ Hingga Tewas dengan Daun dan Kayu di Cisauk Tersangka pembakaran SZ di Cisauk Tangerang. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - US dan DS Pelaku pembakaran wanita SZ, di Desa Suradita, Kecamatan Cisauk, Kabupaten Tangerang, dipastikan telah merencanakan aksi pembunuhan itu. Pelaku DS dendam setelah lamarannya ditolak keluarga sang kekasih. Atas dasar itu, korban berniat menghabisi nyawa korban dengan cara sadis.

Kasat Reskrim Polres Tangsel, AKP Angga menerangkan, aksi pembunuhan terhadap korban wanita itu, dilakukan pelaku dengan cara dicekik. Korban juga diinjak pelaku, setelah lemas akibat cekikan tersebut.

"Adegan intinya 15 adegan. Korban dicekik dulu, kemudian terjatuh, kemudian diinjak leher dan dadanya kemudian ditarik ke luar oleh DS ke tempat pembakaran, kemudian kembali diinjak lehernya sampai tidak bernyawa, baru dilakukan proses pembakaran," terang Angga Surya di lokasi pembakaran di Desa Suradita, Cisauk, Selasa (13/7).

Angga merincikan, dari hasil rekonstruksi yang diperagakan pelaku, sebelum dibunuh korban sebelumnya dijemput pelaku US usai bekerja di klinik Dr Henny di kawasan Cibogo, Kecamatan Cisauk. Selanjutnya, korban diajak pelaku DS dengan sepeda motor ke lokasi pembunuhan.

"Korban dijemput oleh tersangka untuk membicarakan hubungan mereka. Dijemput pulang kerja," terang dia

Sedangkan pelaku US, disaat bersamaan dengan penjemputan DS, sedang menyiapkan daun kayu kering dan barang lain, yang digunakan untuk membakar korban.

"Tersangka US udah menyiapkan daun pisang yang sudah kering, beberapa kain, karung, termasuk kayu kering," ungkap dia.

Sebelumnya, Henny, dokter tempat korban bekerja mengungkapkan, pada Kamis (8/7/2021) atau hari terakhir korban bekerja, korban Zahra didatangi teman perempuan korban ke klinik dr Henny.

Teman Dekat

Sebelumnya, dua tersangka DS dan US pembakar Siti Zahra, di kebun kosong Desa Suradita, Kecamatan Cisauk, Kabupaten Tangerang, diketahui adalah teman dekat. Atas dasar pertemanan itu, US membantu rekannya DS yang telah berniat membunuh korban setelah lamarannya ditolak keluarga korban.

Sebelumnya, Aziz, ayah korban menerangkan kalau US, ikut datang pada lamaran yang dialamatkan DS kepada putrinya pada pertengan Juni lalu.

"Keduanya berhubungan baik sehingga US menganggap DS sebagai adiknya," terang Kapolres Tangsel AKBP Iman Imanudin di lokasi kebun kosong di Desa Suradita, Kecamatan Cisauk, Kabupaten Tangerang, Selasa (13/7/2021).

Kapolres, merincikan peristiwa pembunuhan keji itu telah direncanakan kedua pelaku, setelah insiden penolakan lamaran oleh keluarga korban.

"Otak pelakunya dua-duanya. Niat dari awal (pembunuhan) DS yang mencari tempat US," terang Iman.

Berdasarkan keterangan warga Cisauk, mengenal US sebagai pekerja salon. Dia diketahui warga sebagai ahli make up atau perias pengantin.

Akibat perbuatan kedua pelaku diancam pasal berlapis terkait pembunuhan berencana, pengeroyokan dan pencurian dengan ancaman pidana penjara maksimal seumur hidup dan atau 20 tahun penjara. [bal]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Pembunuhan Sadis
  3. Tangerang
  4. Pembunuhan
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini