Saat padamkan kebakaran hutan, Marinir bongkar aksi illegal logging

Selasa, 15 September 2015 13:20 Reporter : Yulistyo Pratomo
Saat padamkan kebakaran hutan, Marinir bongkar aksi illegal logging Marinir gagalkan illegal logging. ©2015 Dispen Kormar/handout

Merdeka.com - Di tengah upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan, masih ada saja orang yang memanfaatkannya untuk mencuri kayu. Namun, aksi pencurian tersebut berhasil digagalkan Satuan Tugas Marinir yang tergabung dalam Pasukan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (PRCPB) Kebakaran Lahan dan Hutan (Karlahut), Sabtu (12/9).

Dalam keterangan pers yang diterima merdeka.com, Selasa (15/9), aksi pencurian kayu atau illegal logging tersebut terjadi di kawasan Taman Nasional Sembilang, Sumatera Selatan. Seluruh personel yang sedang terlibat dalam pemadaman api mendapatkan laporan warga, di mana terdapat sekelompok orang sedang menebang kayu tanpa izin.

Satgas ini langsung menanggapinya dengan menerjunkan tujuh personel yang dibagi ke dalam dua kelompok, masing-masing dipimpin Kapten Marinir Aris Unu dan Sertu Marinir Sunoko. Setelah melakukan beberapa jam melakukan patroli, tim yang dipimpin Sunoko memergoki 2 orang pemotor sedang mengangkut kayu yang sudah diolah di Dusun Pancoran, Desa Muara Medak, Musi Banyuasin.

Tak mau kehilangan buruannya, Sunoko bersama anak buahnya langsung melakukan pengejaran. Sayang, kedua orang tersebut berhasil kabur dengan meninggalkan motor dan kayu yang dibawanya.

Setelah mendapat informasi kejadian itu, Komandan Satgasmar TNI AL PRCPB Karlahut Letkol Marinir Totok Nurcahyanto yang sehari-hari menjabat sebagai Danyon Bekpal-2 Mar kemudian memerintahkan prajuritnya dengan kekuatan 35 personel menuju ke TKP untuk mengamankan barang bukti.

Sementara itu, pada pukul 16.00 Wib personel Satgas kembali memergoki beberapa orang yang diduga pelaku dengan mengendarai 5 sepeda motor di tengah perjalanan menuju ke TKP, mereka langsung melarikan diri ke arah Taman Nasional dan dilakukan pengejaran, namun karena hari mulai gelap pengejaran dihentikan.

Setibanya di TKP, Satgasmar berhasil mengamankan lebih kurang 50 kubik kayu olahan jenis punak beserta 7 unit sepeda motor sebagai barang bukti dan gubuk-gubuk yang digunakan oleh para pelaku. [tyo]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini