Saat kiai kampung dan ibu nyai usik posisi Khofifah

Rabu, 8 November 2017 07:43 Reporter : Moch. Andriansyah
Khofifah open house di Surabaya. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Khofifah Indar Parawansa hingga kini belum resmi mendeklarasikan diri maju sebagai cagub Jawa Timur. Namun dalam berbagai kesempatan, dia memastikan akan maju untuk ketiga kalinya di Pilgub Jatim. Keputusan Khofifah itu mendapat sorotan dari forum kiai kampung dan ibu nyai. Mereka mendesak Khofifah mundur dari jabatannya sebagai menteri sosial dan ketua umum PP Muslimat NU agar lebih berkonsentrasi dalam pencalonan.

"Di sini makanya, kami di sini, kami selaku Forum Silaturahmi Ibu Nyai Kampung menyampaikan aspirasi atas musyawarah kami bersama," kata Ketua FSNKJT, Elly Chismaladani dalam jumpa pers di Surabaya, Selasa (7/11).

"Secara khusus untuk Ibu Mensos yang telah resmi mencalonkan diri menjadi calon gubernur Jatim yang sekaligus menjabat sebagai Ketum Muslimat, agar mengundurkan diri sebagai Mensos dan juga sebagai ketua Muslimat agar jelas status beliau sebagai calon gubernur," tegas Elly.

Selain meminta Khofifah mundur sebagai Mensos dan Ketua PP Muslimat NU, FSNKJT juga mengimbau tokoh-tokoh pendukung Khofifah untuk tidak mengeluarkan pernyataan yang membawa-bawa masalah hukum agama dalam Pilkada Jawa Timur.

"Kita intinya di sini adalah, kami mengimbau agar tokoh-tokoh Jatim tidak mengeluarkan statement yang mencampuradukkan antara hukum agama dengan masalah politik," tukas Elly.

Forum Ibu Nyai minta Khofifah mundur ©2017 merdeka.com/andrian salam wiyono


Imbauan Elly ini merujuk pada statement pengasuh Ponpes Amanatul Ummah, KH Asep Saifuddin Chalim beberapa waktu lalu. Kiai Asep mengatakan, bahwa mendukung Khofifah adalah fardu 'ain (wajib) yang kemudian dikutip oleh media massa.

"Seperti yang fokus ini ya, seperti yang saya baca di media online beberapa waktu lalu, seperti itu," ucapnya.

Sayang, Elly lagi-lagi tidak bisa menjelaskan detail imbauannya untuk para kiai NU dan para pendukung Khofifah itu. Dia malah menyerahkan penjelasan dari pertanyaan itu kepada Ketua FK3JT, Fahrurrozi atau Gus Fahrur.

"Maaf saya tidak bisa menjelaskan secara detail, mungkin Anda sendiri sebagai wartawan sendiri tahu beberapa waktu lalu ada di media sosial online di situ ada," elaknya.

Meski didesak, Elly tetap enggan menjawab. "Mungkin nanti itu terlalu jauh, keputusan ini kami mendukung, nanti akan menjelaskan itu, Insya Allah ketua kiai kampung akan menjelaskan setelah ini," tandasnya sembari menegaskan pihaknya mendukung Gus Ipul-Abdullah Azwar Anas di Pigub Jawa Timur. [

Sedangkan Koordinator Forum Komunikasi Kiai Kampung Jawa Timur (FK3JT) KH Fahrurrozi menjelaskan, Kiai Asep sebelumnya menyatakan hukum mendukung Khofifah Indar Parawansa adalah fardhu ain atau wajib yang disampaikannya di hadapan sejumlah kiai dan ribuan anggota jamaah Muslimat NU saat Istighosah Kubro di Ponpes Amanatul Ummah di Pacet, Kabupaten Mojokerto.

"Menurut saya, Pilkada Jatim itu adalah urusan dunia dan tidak perlu mengaitkan dengan hukum agama, yakni hukum 'fardhu 'ain'. Itu sangat keliru bagi saya dan wajib ditarik pernyataannya karena sudah meresahkan umat," katanya. [bal]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.