Hot Issue

Saat Kejagung Pagari Jaksa Pinangki

Jumat, 28 Agustus 2020 06:03 Reporter : Henny Rachma Sari
Saat Kejagung Pagari Jaksa Pinangki Anita Kolopaking-Jaksa Pinangki. ©2020 Istimewa

Merdeka.com - Ditangkapnya Djoko Sugiarto Tjandra seakan membuka tabir wajah penegakan hukum dalam negeri. Bagaimana tidak, buronan yang dicari-cari negara selama 11 tahun ini rupanya dapat 'bekingan' dari aparat penegak hukum sendiri.

Hal itu terlihat setelah penetapan tersangka dua jenderal polisi serta satu seorang jaksa yang belakangan diketahui bernama Pinangki Sirna Malasari. Menurut berbagai sumber, pada Februari 2020, Jaksa Pinangki menjabat sebagai Kasubag Pemantauan dan Evaluasi II Biro Perencanaan.

Kini, Jaksa Pinangki sudah dicopot dari jabatannya dan tengah menghadapi proses penyidikan kasus dugaan suap terkait Djoko Tjandra.

Pinangki diduga membantu Djoko Tjandra untuk mengupayakan Fatwa MA (Mahkamah Agung) terkait status buronan yang sudah belasan tahun ia sandang.

"Tersangka Djoko Tjandra ini, ini statusnya kan terpidana. Kira-kira bagaimana caranya mendapatkan fatwa agar tak dieksekusi oleh eksekutor yang dalam hal ini jaksa. Maka mintalah dia fatwa kepada MA," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung, Hari Setiyono saat jumpa pers di Gedung Bundar Kantor Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Kamis (27/8).

Polemik tak sampai di situ. Sejumlah pihak mendesak agar Kejaksaan Agung menyerahkan pengusutan kasus ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Untuk menjaga independensi serta kepercayaan publik terutama terhadap jaksa yang disidik oleh aparat penegak hukum tempatnya bekerja.

Baca Selanjutnya: Desakan dari Komisi Kejaksaan...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini