Saat Jokowi Payungi Pemuka Adat Bali di Tengah Guyuran Hujan

Sabtu, 23 Maret 2019 06:41 Reporter : Merdeka
Saat Jokowi Payungi Pemuka Adat Bali di Tengah Guyuran Hujan Jokowi payungi tokoh adat Bali. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersilaturahmi atau simakrama dengan tokoh adat dan masyarakat Bali. Kendati hujan lebat mengguyur, Jokowi tetap bertemu dengan masyarakat.

Acara simakrama itu berlangsung di Taman Werdhi Budaya Art Centre Kota Denpasar Bali, Jumat 22 Maret 2019 malam. Meski gerimis, ribuan warga Bali tetap antusias datang untuk bertemu dan bertatap muka dengan Jokowi. Bahkan, Jokowi tak segan memayungi salah satu Bendesa atau tokoh adat Bali bernama Nyoman Gedearse.

Momen Jokowi memayungi Bendesa tersebut berawal saat Gedearse berteriak saat mantan Gubernur DKI Jakarta itu memberikan sambutan. Sontak, teriakan tersebut membuat Jokowi berhenti berpidato sejenak.

"Ya Jokowi memang hebat," teriak Gedearse menyela pidato Jokowi.

Jokowi yang mengenakan pakaian adat Bali lengkap dengan udeng, ikat kepala, dan saput lalu meminta Gedearse maju ke atas panggung.

"Siapa tadi yang ngomong, maju. Teriak-tetiak suruh maju," ucap Jokowi.

Gedearse yang duduk di barisan belakang itu pun langsung bergegas maju ke panggung. Jokowi lantas meminta Gedearse untuk memperkenalkan dirinya.

"Nama saya Nyoman Gedearse, tolong catat semua. Saya bekerja selaku Bendesa Adat," kata Gedearse disambut tawa masyarakat yang hadir.

Dia mengaku senang dapat langsung bertatap muka dengan Jokowi. Mantan Walikota Solo itu kemudian meminta pandangan Gedearse tentang masa depan Indonesia.

"Seperti sudah dikatakan Pak Jokowi tadi, NKRI harga mati. Bagaimana kita harus bersatu dalam bentuk menjunjung tinggi dari segi kebhinekaan," kata Gedearsa.

Saat Gedearse bicara, hujan deras tiba-tiba mengguyur lokasi acara. Dialog antara Jokowi dan Gedearse tetap berlanjut. Ajudan Jokowi kemudian datang membawa payung. Jokowi membuka payung tersebut dan memayungi dirinya berdua dengan Gederase.

"Sudah diteruskan," tutur Jokowi sambil memayungi.

Gedearsa lantas menyatakan jika ingin menjaga keutuhan Indonesia, maka pilih Jokowi dalam Pilpres 2019. Sambil tertawa, Jokowi mengingatkan bahwa acara malam itu bukan sebuah kampanye.

"Hati-hati malam ini bukan kampanye loh. Saya enggak kampanye. Tapi kalau bapak silakan," ujarnya..

Dialog Gedearsa dengan Jokowi berlanjut tentang peran desa adat menjadi benteng kebudayaan Pulau Dewata. Hujan belum juga reda. Jokowi bergantian berbicara masih sembari memegang payung.

Di sela-sela pembicaraan, Gedearse mengambil payung hitam yang digenggam Jokowi. Gedearsa yang kini bergantian memayungi Kepala Negara.

"Gantian-gantian. Tadi juga bapak sudah saya payungi. Payungi gantian," kata Jokowi yang disambut tawa masyarakat.

Jokowi meminta masyarakat untuk terus menjaga kelestarian budaya Bali. Dia menuturkan bahwa Bali memiliki adat istiadat, seni dan budaya yang menjadi aset masyarakat setempat dan juga bangsa Indoensia.

"Bali dikenal dikagumi seluruh dunia karena budayanya. Budaya yang hidup berkembang di desa-desa," pungkasnya.

Reporter: Lizsa Egeham
Sumber: Liputan6.com [gil]

Topik berita Terkait:
  1. Presiden Jokowi
  2. Capres Jokowi
  3. Denpasar
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini