Saat jadi penyidik Polda Riau, Bripka Anra banyak diandalkan atasan

Minggu, 6 Maret 2016 16:36 Reporter : Abdullah Sani
Bripka Anra Nosa. ©facebook.com/DivHumasPolri

Merdeka.com - Bripka Anra Nosa, bintara polisi lulusan tahun 2002 dipercaya oleh Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) untuk menjalankan tugas mulia di Sudan. Menariknya, meski seorang bintara, pria muda pemilik titel Magister Humaniora ini dianggap mampu menjadi pemimpin di antara para jenderal bintang satu yang bertugas di sana.

Usut punya usut, ternyata Bripka Anra yang kini berusia 33 tahun lahir di Sumatera Barat itu pernah menjadi seorang penyidik di Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Riau. Masih ingat kasus kebakaran hutan dan lahan di PT National Sago Prima, Bripka Anra lah salah satu penyidiknya.

Kapolres Pelalawan AKBP Ade Johan Hasudungan Sinaga menceritakan, dia pernah menjadi komandan Bripka Anra sewaktu menjabat Kasubdit I Ditreskrimsus Polda Riau. Kecerdasan dan strategi jitu dalam menangani kasus besar yang dimiliki Anra, membuat Ade Johan memberi apresiasi kepada mantan anak buahnya itu.

"Kemampuan Bripka Anra sebagai penyidik sudah saya rasakan sendiri. Lebih dari satu tahun Anra memudahkan saya dalam bertugas," kata AKBP Ade Johan saat berbincang dengan merdeka.com di Pelalawan, Minggu (6/3).

Menurut AKBP Ade, Bripka Anra merupakan polisi muda yang berprestasi. Meski sedikit kaget ketika mendengar Bripka Anra mampu mengkoordinir dua orang jenderal bintang satu dalam misinya di Sudan Selatan, tapi Ade memang sudah yakin dengan jiwa kepemimpinannya.

Bripka Anra Nosa 2016 merdeka.com/abdullah sani



"Melihat caranya bekerja, Saya yakin Anra seorang pemuda yang bersikap dewasa dan berjiwa pemimpin," kata Ade.

Ade Johan mengaku pernah mencekoki nasehat kepada mantan anak buah itu untuk bisa bertugas dalam misi perdamaian dunia di negara lain. Yang jejaknya diikuti Bripka Anra, sebagai anggota United Nation Police (Polisi PBB).

Sebagai perwira jebolan Akademi Kepolisian tahun 1995, Ade Johan juga pernah bertugas di Bosnia sebagai pasukan penjaga perdamaian kala itu. Ade memberikan dukungan kepada Anra dengan menceritakan pengalamannya. Tampaknya sang anak buah terasuki jalan pikiran Ade Johan untuk mengikuti jejaknya.

"Saya sempat cerita pengalaman juga saat bertugas di Bosnia dulu, mungkin Anra terpengaruh itu juga. Dia (Anra) ini suka belajar, dan terus belajar. Tidak malu bertanya," terang Ade.

"Dia pintar, luwes, dan kreatif. Saya masih ingat dia juga penyidik satu perusahaan besar yang menjadi tersangka pembakar lahan dan hutan saat itu," tambah Ade.

Atas tugas mulia yang didapatkan Anra, Ade Johan berharap pengalaman Anra nantinya dapat ditularkan kepada rekan-rekannya sepulang tugas dari Sudan Selatan. Namun Ade berpesan, agar Anra tetap menjaga nama baik dan wibawa Indonesia di kancah internasional.

"Yang jelas jaga nama baik Indonesia di kancah internasional. Itu tugas mulia, semoga anak asuh saya itu pulang dengan kondisi sehat dan wal afiat," pungkas Ade Johan. [cob]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini