Saat Guru SD Swadaya Topang Perekonomian Pedagang Jajanan Siswa Terimbas Covid-19

Jumat, 27 Maret 2020 11:06 Reporter : Abdul Aziz
Saat Guru SD Swadaya Topang Perekonomian Pedagang Jajanan Siswa Terimbas Covid-19 Siswa SD di Purbalingga. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Suasana di Sekolah Dasar Negeri 2 Klapasawit, Kecamatan Kalimanah, Kabupaten Purbalingga sepi. Sejak Senin (16/3) lalu kegiatan belajar mengajar diliburkan karena pandemi Corona. Suara riang bocah-bocah sekolah dasar yang bermain, bercengkerama, berlarian saat waktu istirahat belajar tak terdengar lagi.

Guru SD setempat, Ummi Mukaromah merasakan betul suasana keceriaan di sekolah tiba-tiba lenyap. Tak semata kehilangan suasana gairah bocah menimba pengetahuan yang membuat ia merasa sedih. Tapi di sudut lain, ia melihat kenyataan pahit. Mata pencaharian tumpuan hidup bagi pedagang jajanan sehat di lingkungan sekolah tersebut putus.

Ummi mendapati lapak kosong dan lengang para penjual jajanan sehat di SDN 2 Klapasawit. Padahal selama ini, enam pedagang jajanan sehat menggantungkan rezeki di lingkungan sekolah itu. Mereka sabar melayani 243 siswa SDN 2 Klapasawit saat jam istirahat belajar. Para pedagang itu, di mata Ummi, telah jadi bagian kehidupan sehari-hari sekolah dasar tersebut.

Terbersit ide dibenaknya untuk membantu mengumpulkan dana bantuan bagi para pedagang sebagai solidaritas kemanusiaan di tengah bencana. Usul itu ia lontarkan ke guru-guru yang lain.

Beruntung, usulan itu disetujui Kepala SDN 2 Klapasawit, Titi Priyatmi. Solidaritas kemanusiaan mengetuk masing-masing hati para guru.

"Ada yang usul bantuan berupa uang, dan ada yang usul dibantu sembako. Namun akhirnya disetujui bantuan sembako," ujar Titi Priyatmi.

Bantuan yang disepakati, yakni pemberian sembako terdiri dari beras, mie instan, telur dan minyak goreng. Bantuan sembako lalu diberikan kepada enam pedagang penerima. Mereka selama ini memang selalu berjualan di kompleks sekolah.

"Bantuan sembako ini sangat meringankan kebutuhan hidup kami," ujar Warti, salah satu pedagang yang mewakili teman-temannya.

Solidaritas para guru Sekolah Dasar Negeri 2 Klapasawit di tengah pendemi Corona, setidaknya jadi sikap teladan bagi murid-murid bahwa separah apapun bencana tak boleh merenggut sisi kemanusiaan.

"Kami iuran untuk membeli sembako. Bantuan ini nilainya tidak seberapa, Para pedagang sudah kami anggap sebagai bagian dari keluarga SDN 2 Klapasawit," kata Ummi Mukaromah.

Pengumuman terbaru dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Purbalingga menginformasikan penghentian sementara aktivitas belajar mengajar di sekolah di wilayah Purbalingga diperpanjang hingga 13 April 2020. Praktis, keenam pedagang yang menggantungkan keberlanjutan hidup dari jualan jajanan sehat di lingkungan sekolah, kehilangan rezeki selama hampir sebulan.

Guru-guru Sekolah Dasar Negeri 2 Klapasawit, ikut menanggung pilu yang para pedagang alami. Bantuan mereka jadi bukti, bertindak terhadap sesama untuk saling meringankan kesulitan hidup di tengah wabah Corona. [rhm]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini