Hot Issue

Saat Abdi Negara Berkhianat Memilih KKB Papua

Rabu, 21 April 2021 10:14 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah
Saat Abdi Negara Berkhianat Memilih KKB Papua TNI di Papua. ©Puspen TNI

Merdeka.com - Seorang prajurit TNI seharusnya memegang teguh Sumpah Prajurit dan Sapta Marga. Tapi tidak bagi Pratu Lucky Y Matuan atau Lukius. Prajurit batalyon Infanteri (Yonif) 410/Alugoro itu melanggar sumpah. Berkhianat saat bertugas dengan bergabung dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Pratu Lukius diperbantukan ke Raider 400 dan sama-sama berada di bawah Kodam 4/Diponegoro. Dia sempat ditugaskan di Kabupaten Intan Jaya sejak Agustus 2020 hingga Maret 2021.

Lalu dia kabur dan bergabung ke KKB pimpinan Sabinus Waker pada 12 Februari lalu. Jejak digitalnya, ternyata diketahui banyak berteman dengan akun pro-KKB.

Pratu Lukius kini sudah dianggap sebagai pengkhianat dan masuk dalam daftar anggota KKB di Intan Jaya.

Kejadian lain abdi negara berkhianat juga terjadi di tubuh Polri. Polisi pernah menangkap dua anggotanya di Maluku terkait dugaan penjualan senjata api ke KKB Papua pada 22 Maret lalu. Keduanya bertugas di Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease.

Dugaan penyebab kedua anggota polisi itu memasok senjata ke KKB karena ada hubungan pertemanan. Dua oknum anggota berpangkat bripda itu kini telah ditahan.

Kasus teranyar, seorang polisi Bripka HW ditangkap karena membawa amunisi ke Intan Jaya. Sebanyak 21 butir amunisi disita.

Bripka HW adalah anggota Polres Biak Numfor namun saat ini sudah dipindah ke Polres Intan Jaya. Kasusnya sekarang ditangani Propam Polres Nabire.

Baca Selanjutnya: Kasad Andika Bicara Motif Prajurit...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini