Ryamizard Tegaskan Anggaran Pertahanan Cukup, Kesejahteraan Rakyat Lebih Utama

Rabu, 24 April 2019 17:25 Reporter : Aksara Bebey
Ryamizard Tegaskan Anggaran Pertahanan Cukup, Kesejahteraan Rakyat Lebih Utama Komisi I DPR Gelar Raker Bersama Menhan dan Panglima TNI. ©Liputan6.com/Johan Tallo

Merdeka.com - Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menilai anggaran pembiayaan pertahanan dan keamanan saat ini sudah cukup. Dengan demikian, tidak perlu ada penambahan anggaran lagi untuk TNI, terlebih ada pertimbangan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat yang levelnya parah.

Hal itu disampaikan Ryamizard usai memberikan pengarahan kepada ribuan prajurit Kodam III Siliwangi di Graha Tirta Siliwangi, Kota Bandung, Rabu (24/4).

Menurutnya, anggaran untuk pertahanan dan keamanan mencapai Rp 200 triliun. Jumlah itu meningkat pesat dari sebelumnya yang tidak sampai sebesar Rp 40 triliun.

"Dulu anggaran tuh enggak sampai Rp 40 triliun, sekarang tuh anggarannya setahun aja Rp 200 triliun," kata Ryamizard.

Baginya, wacana penambahan anggaran untuk pertahanan dan keamanan lebih baik dialihkan untuk memperbaiki ekonomi. Apalagi, anggota TNI sudah disumpah untuk mendahulukan kepentingan rakyat daripada kepentingan diri sendiri.

"Kita kan tentara rakyat, rakyat kalau sudah terlalu parah kesejahteraannya, harus (didahulukan untuk) rakyat dulu. Kita tentara rakyat, tentara pejuang," ucapnya.

"Enggak boleh kita ego. Wah pokoknya tentara harus begini, rakyat biarin aja, enggak boleh gitu. Kita tentara rakyat. TNI masih memikirkan rakyat," tambahnya.

Ryamizard menuturkan, dengan anggaran yang ada, kekuatan TNI sudah diakui di dunia internasional dengan masuk ke dalam 10 besar dunia dari 193 negara.

Yang menjadi pekerjaan rumah bagi Kemenhan adalah bagaimana meningkatkan industri pertahanan. Sehingga, semua kebutuhan dan alat tempur bisa diproduksi dalam negeri.

Saat ini, industri pertahanan dia sebut sudah berjalan baik. Salah satu indikatornya bisa memproduksi kapal selam sendiri. Targetnya, hal serupa bisa dilakukan untuk pesawat tempur.

"Kita utamakan adalah industri pertahanan, jangan beli-beli mulu. Kalau kita bisa buat kenapa harus beli," ucapnya. [bal]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini