Rumitnya Menjaga Pasien Gangguan Jiwa Ikuti Pemilu 2019

Jumat, 19 April 2019 08:33 Reporter : Merdeka
Rumitnya Menjaga Pasien Gangguan Jiwa Ikuti Pemilu 2019 Penghitungan suara di TPS Kampung Nelayan. ©2019 Merdeka.com/Iqbal Nugroho

Merdeka.com - Pasien di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Kota Kendari memiliki hak suara pada Pemilu 2019, Rabu (17/4). Tercatat, ada enam orang pasien yang namanya masuk dalam Daftar Pemilih Tetap Tambahan (DPTb) pada TPS 16 yang terletak di samping kompleks rumah sakit di Kelurahan Tobuha, Kecamatan Puuwatu, Kota Kendari.

Dari jumlah sebanyak ini, terungkap hanya satu orang pasien saja yang diberi kesempatan memilih. Sementara, 6 orang lainnya batal mencoblos karena pertimbangan mendadak yang dikeluarkan pihak rumah sakit.

Tiba-tiba, sesaat sebelum pencoblosan dalam Pemilu 2019, keenam pasien terlihat gelisah. Malah, salah seorang diantaranya mengatakan hendak membakar rumah.

Dokter Ahli Jiwa RSJ Kota Kendari, Junuda membenarkan hal itu. Dia menarik kembali rekomendasi karena keenamnya dirasakan berpotensi mengganggu jalannya Pemilu 2019.

"Kita batalkan, hanya 1 yang dibolehkan. Sebenarnya lebih dari 7 yang memilih, tapi sebagian sudah dibolehkan pulang ke rumah," katanya, Kamis (18/4).

Dia menjelaskan, salah satu alasan dia membatalkan rekomendasi menjadi pemilih untuk pasiennya karena ada pasien yang menyatakan akan membakar rumah sesaat sebelum masuk ke dalam tenda pemilihan. Sehingga, mereka hanya dibolehkan menyoblos jika ada surat keterangan dokter.

Pasien tersebut, masuk di rumah sakit karena memiliki riwayat membakar rumah miliknya. Tak ingin mengambil risiko, pasien kembali dimasukkan ke dalam ruangan RSJ.

"Pasien itu kuat-kuat. Mereka itu, jendela dan pintu besi saja mereka bisa kasih rusak, apalagi cuma tenda dan kardus," ujar Junuda.

Pada TPS 04 yang berada di kompleks RSJ Kendari, pasangan Prabowo-Sandiaga jauh mengungguli pasangan Jokowi-Ma'ruf. Penghitungan suara selesai dilakukan pada Rabu (17/4) sekitar pukul 15.00 Wita.

Sejak awal pemilihan, beberapa pemilih malah secara terbuka di luar tenda TPS 04 di RSJ Kendari mengatakan hendak memilih pasangan Prabowo-Sandiaga. Terbukti, saat penghitungan suara, nama Prabowo terus disebut panitia KPPS.

Hasil akhirnya, suara Prabowo unggul 125 suara. Sementara, pasangan Jokowi-Ma'ruf hanya memperoleh 54 suara. Hanya ada satu suara batal karena tidak tercoblos.

Informasi dari KPU, tidak ada data pemilih yang berasal dari RSJ Kendari pada TPS 04 yang terletak di dalam kompleks rumah sakit. Enam orang pemilih dengan gangguan jiwa, terdaftar di TPS 16, yang berlokasi di samping rumah sakit.

Sumber: Liputan6.com [fik]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini