Rumah ibadah harus menebar perdamaian, bukan memecah belah

Rabu, 18 Juli 2018 14:16 Reporter : Mardani
Rumah ibadah harus menebar perdamaian, bukan memecah belah Mahasiswa demo tolak radikalisasi dan terorisme. ©2018 Merdeka.com/Liputan6.com

Merdeka.com - Rumah ibadah hendaknya menebar pesan perdamaian, bukan justru menjadi alat memecah belah. Kegiatan yang diadakan di rumah ibadah haruslah dapat menguatkan umat untuk bersatu karena merawat persatuan dan menebar perdamaian merupakan salah satu perintah dan kewajiban umat beragama.

"Khatib dilarang membahas tentang politik, apalagi isu SARA yang bisa memporak-porandakan persatuan," kata Ketua Umum Ikatan Dai Indonesia (IKADI) KH Ahmad Satori Ismail, dikutip dari Antara, Rabu (18/7).

Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta ini mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai pemanfaatan sarana ibadah sebagai tempat penyebaran provokasi terhadap umat untuk saling membenci dan melakukan tindakan kekerasan terhadap yang berbeda.

"Tidak sedikit masjid yang semestinya menjadi sarana pemersatu, justru diisi dengan ceramah-ceramah yang dapat memprovokasi perpecahan umat," katanya.

Untuk menjaga agar rumah ibadah tidak disalahgunakan, dia sepakat ada aturan termasuk menyangkut aktivitas di dalamnya.

Namun, lanjut pengasuh Pesantren Modern Al-Hassan, Bekasi, Jawa Barat ini, aturan itu tidak perlu langsung mengatur secara detail materi yang akan disampaikan dalam aktivitas keagamaan.

"Pemerintah sebaiknya tidak berbicara masalah materi ceramahnya, tetapi berbicara masalah aturan agar tidak saling menjelekkan, menghina, menyinggung SARA, dan lain sebagainya," katanya. [dan]

Topik berita Terkait:
  1. Radikalisme
  2. Masjid
  3. Jakarta
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini