KAPANLAGI NETWORK
MORE
  • FIND US ON

Ruang karaoke jadi akhir pelarian komplotan pembunuh pasutri di Benhil

Kamis, 14 September 2017 06:02 Reporter : Muhamad Agil Aliansyah
Pelaku pembunuhan pasutri di Benhil. ©2017 merdeka.com/istimewa

Merdeka.com - Pihak kepolisian akhirnya meringkus pembunuh pasangan suami istri Zakaria Husni (57) dan Zakiya Masrur (52). Para pelaku diringkus malam hari setelah jasad Zakaria dan Zakiya ditemukan mengambang di Sungai Klawing Desa Plumbungan, Kecamatan Bobotsari, Purbalingga, Senin (11/9) pagi.

Tiga pelaku adalah Ahmad Zulkifli, Sutarto, dan E Kuswara. Komplotan ini diringkus di sebuah karaoke saat berfoya-foya di sebuah hotel di Kawasan Kabupaten Grobogan, Jateng.

"Ditangkap Senin (12/9) malam kemarin di salah satu hotel di Grobogan sedang karaoke, foya-foya dalam kondisi mabuk di sana," kata Kasubdit 6 Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Antonius Agus Harmanto di RS Bhayangkara, Kawasan Kabluk, Kota Semarang, Jateng Selasa (13/9).

Pembunuhan ini diotaki Ahmad Zulkifli, yang tak lain mantan sopir pribadi korban. Ia ditembak mati lantaran berusaha melarikan diri saat dibawa polisi.

Zakaria dan Zakiya merupakan pengusaha garmen. Dua tersangka lainnya juga merupakan anak buah korban.



Motif sementara pembunuhan ini dilatarbelakangi sakit hati para pelaku terhadap korban. Para korban sakit hati lantaran tak mendapat pesangon setelah tak lagi bekerja dengan korban.

Dari pengakuan pelaku sudah puluhan tahun bekerja bersama korban. Ahmad Zulkifli mengaku telah bekerja selama 20 tahun sementara dua lainnya telah 30 tahun.

Atas dasar itulah ketiganya lantas melancarkan aksi perampokan dengan berpura-pura menagih uang pesangon. Ketiga pelaku datang lebih dulu ke rumah korban di Jalan Pengairan Nomor 21 RT 11 RW 6, Kelurahan Bendungan Hilir, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat, sebelum melakukan pembunuhan.

"Saat merencakan itu juga sudah berniat untuk merampok rumah korban jika tidak diberikan pesangon," ujar dia.

Bahkan, saat diperjalanan pelaku sudah mempersiapkan berbagai perlengkapan untuk merampok rumah korban. Beberapa perlengkapan yang dipersiapkan itu adalah sepotong besi, sarung tangan serta lakban atau plester yang dibeli dari sebuah mini market.

Antonius mengatakan, setelah melakukan pembunuhan pelaku membawa barang milik korban. Barang tersebut di antaranya satu mobil Altis warna silver bernopol B 2161 SBE.

Kemudian uang tunai Rp 100 juta. 15 jam tangan berbagai merek. Tiga unit kamera. Beberapa sertifikat tanah. 6 buku tabungan. Beberapa lembar cek. 7 unit HP. 4 buah BPKB dan dua buah cincin besar.

"Barang bukti yang berhasil kami amankan, mobil, sertifikat, kamera, handphone, uang, laptop, buku tabungan, belasan jam tangan," kata Antonius.

Menurut Antonius, barang bukti itu dibawa serta kabur beserta dua mayat korban yang kemudian dibuang di Sungai Klawing, Kabuputan Purbalingga, Jateng. Pelaku semula ingin meninggalkan jenzah Zakaria dan Zakiya. Namun niat itu diurungkan ketiga pelaku yakni Ahmad Zulkifli, Sutarto, dan E Kuswara. Jasad keduanya pun kemudian dibawa ketiga pelaku menggunakan mobil milik korban.

"Usai menghabisi kedua pasutri, AZ membawa mobil yang di dalamnya ada dua mayat korban. Kemudian, dua temanya membawa motor lalu dititipkan di rumah teman. Lalu ketiga pelaku satu mobil. Tujuan pertamanya mau ke Pekalongan," ujar dia.

Akibat perbuatannya para tersangka dikenakan Pasal 340 dan 365 yaitu pembunuhan berencana maupun perampokan. Keduanya terancam hukuman seumur hidup penjara. [gil]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.