RSDC Wisma Atlet Siapkan Tower Cadangan Antisipasi Ribuan Pekerja Migran yang Mudik

Rabu, 14 April 2021 13:00 Reporter : Rifa Yusya Adilah
RSDC Wisma Atlet Siapkan Tower Cadangan Antisipasi Ribuan Pekerja Migran yang Mudik RS Wisma Atlet Covid-19. ©2021 merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Ribuan Pekerja Migran Indonesia (PMI) kembali ke Tanah Air hari ini. Wakil Panglima Komando Tugas Gabungan Terpadu (Kogasgabpad) Brigjen Muhammad Saleh Mustafa memprediksi, akan ada puluhan ribu PMI repatriasi yang kembali ke Indonesia menjelang lebaran nanti.

Pada tahun lalu, jumlah PMI yang kembali ke Indonesia setiap harinya bisa mencapai 6.000 orang per hari. Untuk itu, dia mengatakan bahwa RSDC Wisma Atlet akan mengantisipasi kepulangan ribuan WNI itu.

"Sekarang saja sudah mencapai 1.800-2.000 jumlah kedatangan PMI dari luar dan mungkin jelang lebaran akan semakin meningkat seperti tahun kemarin 4.000-6.000 PMI per hari. Ini yang kita antisipasi," kata Saleh saat ditemui wartawan di RSDC Wisma Atlet, Rabu (14/4).

Sejumlah tindakan antisipasi tersebut antara lain mengecek kesiapan protokol kesehatan Wisma Atlet karena kata dia, para PMI sudah bisa memulai masa karantinanya sejak hari ini. Saleh mengakui bahwa memang sulit mengendalikan kepulangan para WNI yang berada di luar negeri. Meningkatnya jumlah kepulangan WNIi di bulan ramadan ini kata dia, karenakan para WNI repatriasi tersebut ingin menjalankan puasa bersama keluarga.

"Yang perlu kita antisipasi ke depan ini kemungkinan akan terjadi peningkatan di bulan puasa karena kalau mudik dalam negeri kan memang sudah dilarang, tapi kalau dari LN kan tidak mungkin, pasti akan ada peningkatan seperti tahun kemarin," ujarnya

Dia mengatakan, WNI repatriasi yang diisolasi tidak boleh meninggalkan ruangannya sama seki. Sehingga bukan hanya protokol kesehatan saja yang diperhatikan, namun pihaknya juga memperhatikan layanan penunjang lainnya seperti internet. Hal itu dilakukan agar para PMI yang menjalani isolasi mandiri tidak stres selama berada di ruangannya. Sementara itu, pengoptimalan lift dibutuhkan untuk mobilisasi logistik para PMI itu.

"Kesiapan di tower 8 dan 9 ini kami titik beratkan pada fasilitas khususnya lift dan internet, karena memang tempat karantina ini berbeda. mereka tidak boleh keluar dari ruangan," ujarnya.

"Fasilitas lift agar mobilisasi para repatriasi dan logistik berlangsung baik tanpa langgar prokes," ujarnya.

Saat ini, jumlah keterisian RSDC Wisma Atlet sudah mencapai 90 persen. Karena kata dia, RSDC Wisma Atlet memang dipergunakan sebagai tempat isolasi para WNI yang baru kembali ke Indonesia.

Seperti yang diketahui, para WNI yang pulang ke Indonesia diharuskan menjalankan isolasi selama 5 hari di Wisma Atlet. Untuk WNI yang bukan PMI, mahasiswa, ASN ataupun sedang menjalankan tugas negara maka diharuskan isolasi mandiri di hotel dengan biaya pribadi

"Alhamdulillah kondisi memang saat ini keterpakaian hunian itu sampai dengan 90 persen. Lokasi untuk PMI ada yang dikoordinasi langsung oleh pemerintah itu di Pademangan sini," ujarnya

"Ada 20 hotel isolasi dan 40 hotel yang direct booking langsung dari Luar Negeri," imbuhnya.

Oleh karena itu, pihaknya juga sudah menyiapkan tower cadangan untuk PMI repatriasi.

"Kami siapkan juga tower cadangan untuk repatriasi ini di tower satu wisma atlet kemayoran," kata dia.

Dia pun berpesan kepada seluruh WNI yang baru kembali ke Indonesia untuk mematuhi protokol kesehatan. Dia mengatakan, hal itu wajib dilakukan untuk mencegah masuknya Covid-19 varian baru. [bal]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini