Roy Marten: 80% Napi narkotika tidak diadili secara benar

Kamis, 19 November 2015 21:04 Reporter : Diaz Abraham
Roy Marten: 80% Napi narkotika tidak diadili secara benar roy marten. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Aktor senior yang pernah dua kali dipenjara karena kasus narkotika, Roy Marten mengungkap perlakuan yang tidak adil terhadap para terdakwa kasus narkotika. Selama proses persidangan, banyak para terdakwa yang tidak disidang sesuai prosedur.

"Keadilan ada, tetapi terjadi persoalan di narkoba itu 80% napi tidak pernah diadili secara benar," katanya ketika menghadiri acara seminar yang diadakan oleh Indonesian Development for Consultancy and Corporation (IDCC) di Hotel Harris, Kelapa Gading, Jakarta, Kamis (19/11).

Setiap hari, lanjut Roy, dari seluruh pengadilan yang ada di Jakarta hanya beberapa saja yang menggelar sidang kasus narkotika. Padahal, setiap hari ada 200 narapidana yang hadir untuk diadili.

"Misal di PN Jaksel ada tiga hingga lima hakim yang hadir. Hanya sekitar 30 orang yang diadili dalam satu hari persidangan. Sisanya menunggu dalam lapas. Kemudian ada 170 yang menunggu putusan. Kemudian datang hakim yang menunjuk dan bilang kamu (divonis) 2 tahun," tutur Roy.

Roy menduga ada permainan antara jaksa dan hakim saat mengadili para terdakwa. "Saya menduga ada semacam kesepahaman jaksa dan hakim. 80% Lebih narapidana tidak pernah diadili secara benar," lanjutnya. [bal]

Topik berita Terkait:
  1. Kasus Narkoba
  2. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini