Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Rokok dan Timnas Indonesia yang sering keok

Rokok dan Timnas Indonesia yang sering keok Timnas Indonesia. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Pernyataan keras keluar dari Menteri Kesehatan (Menkes) Nafsiah Mboi soal rokok. Sang menteri jengkel terhadap jumlah perokok aktif di Indonesia yang semakin mengkhawatirkan.

Menkes bahkan menyatakan, rokok menjadi salah satu penyebab tenggelamnya prestasi Timnas Indonesia. Sebab, saat ini paru-paru masyarakat Indonesia telah terkena racun nikotin dan hal itu akan menyulitkan untuk mengukir prestasi.

"Indonesia kapan mau jadi juara Olimpiade, kapan kita juara dunia sepakbola. Nggak bakal. Karena paru-paru orang Indonesia sudah nggak becus," ujar Menkes dalam rilis 'Global Adult Tobacco Survey (GATS): Indonesia Report 2011' di kantor Kemenkes, Jakarta, Selasa (11/9).

Pernyataan Menkes itu mengingatkan pada prestasi Timnas yang terus meredup. Berdasarkan rangking yang dikeluarkan FIFA, Timnas Indonesia saat ini berada di peringkat 168 dunia.

Hal ini tentu sangat mengecewakan, sebab sebagai negara berpenduduk terbesar ke empat di dunia yang mayoritas penduduknya mengemari sepakbola, Indonesia harusnya dapat memiliki taring di kancah internasional.

Meski demikian, prestasi Timnas Indonesia di dunia internasional pernah mengalami kemajuan, di Asian Games misalnya. Timnas pernah meraih peringkat 4 di dua Asian Games yakni Asian Games 1954 dan 1986. Kemudian pada Olimpiade tahun 1956, Timnas lolos ke perempat final.

Di ajang Sea Games, Timnas pernah meraih medali emas dan mengukuhkan diri sebagai juara, yakni pada Sea Games 1987 dan 1991. Namun, setelah itu prestasi Timnas terus meredup.

Jangankan masuk ke putaran final Piala Dunia, meraih gelar juara di sejumlah kejuaran pun Timnas belum mampu. Terakhir, Timnas hanya mampu menjadi runner up di ajang AFF pada 2010.

Sejumlah kecaman pun datang. Masyarakat tak sabar lagi ingin menyaksikan tim kebanggaannya masuk dan menjadi juara di turnamen internasional. Bahkan, sejumlah pihak ramai-ramai menyalahkan PSSI yang menjadi induk dari sepak bola nasional.

Keadaan semakin kacau setelah PSSI diguncang konflik. Sejumlah pihak yang mengaku kecewa terhadap kepemimpinan Ketua PSSI Djohar Arifin melakukan manuver. Mereka yang mengatasnamakan diri Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia (KPSI) itu bahkan menggelar kongres luar biasa untuk melengserkan Djohar dari tampuk kepemimpinan.

Tak hanya itu, liga sepak bola nasional pun terbelah menjadi dua, yakni Liga Prima Indonesia (LPI) yang berada di bawah kontrol PSSI dan Liga Super Indonesia (LSI) yang berada di bawah KPSI. Konflik itu sontak menjadi sorotan publik.

Publik menilai konflik PSSI dan kesalahan mengurus Timnas menjadi salah satu sebab terus tenggelamnya prestasi Timnas. Namun, terlepas dari semua itu, masyarakat terus berharap Timnas Indonesia memiliki taring di ajang internasional, bahkan menjadi juara dunia. (mdk/dan)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP