Rizieq Syihab Tiba di Bareskrim: Setop Kegaduhan, Bangun Kedamaian

Kamis, 14 Januari 2021 18:15 Reporter : Nur Habibie
Rizieq Syihab Tiba di Bareskrim: Setop Kegaduhan, Bangun Kedamaian Rizieq Shihab tiba di Bareskrim. ©2021 Merdeka.com/Nur Habibie

Merdeka.com - Habib Rizieq Syihab tiba di gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan. Ia tiba di dengan menggunakan sorban penutup kepala serta memakai pakaian muslim warna putih dan juga rompi tahanan berwarna oranye.

"Stop kegaduhan, bangun kedamaian. Saya tetep komitmen revolusi akhlaq dengan cara yang berakhlaq," kata Rizieq saat tiba di Bareskrim Polri, Kamis (14/1).

Saat itu, Rizieq yang tiba di Bareskrim Polri terlihat tidak menggunakan mobil tahanan meski memakai rompi tahanan. Ia juga terlihat dikawal oleh sejumlah petugas, baik yang menggunakan seragam lengkap dengan senjata ataupun seragam biasa.

"Tidak (pakai mobil tahanan, Rizieq), kita yang pakai mobil tahanan malah," kata kuasa hukum Rizieq, Aziz Yanuar saat dihubungi merdeka.com, Kamis (14/1).

"Kendaraan tahanan Polda yang iringi kosong, pengacara naik itu karena kendaraan kami masih di parkiran, sulit masuk jalur depan Tahti Narkoba Polda. Daripada tertinggal rombongan, tadi ikut mobil tahanan Polda," sambungnya.

Ia menjelaskan, kedatangan Rizieq ke Bareskrim Polri karena untuk dipindahkan saja penahanannya. Oleh karenanya, pihak Bareskrim yang menjemput langsung Rizieq dari Polda Metro Jaya.

"Pindah rutan, Bareskrim tadi datang pakai kendaraan biasa," ujarnya.

Namun, ia tidak bisa menjelaskan alasan kenapa Rizieq dipindahkan dari Polda Metro Jaya ke Bareskrim Polri dalam masa tahannya tersebut.

"Alasan (pindah rutan) bisa tanya ke polisi," ucapnya.

Sebelumnya, Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri telah menyerahkan berkas perkara milik Habib Rizieq Syihab ke Kejaksaan Agung. Berkas perkara ini terkait soal kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan di Megamendung dan Petamburan, Jakarta Pusat.

"Pada hari ini Kamis tanggal 14 Januari 2021, pukul 11.15 Wib, penyidik dari Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri telah melakukan Tahap 1, yaitu penyerahan berkas perkara MRS yang diterima oleh Kasubdit Kamneg Kejagung," kata Kabagpenum Div Humas Polri, Kombes Ahmad Ramadhan kepada wartawan, Kamis (14/1).

Dengan diserahkannya dua berkas perkara tersebut, pihaknya akan menunggu hasil pemeriksaan oleh Kejaksaan Agung atau Jaksa Penuntut Umum (JPU).

"Terdapat 2 berkas perkara yaitu berkas perkara MRS di Megamendung dan berkas perkara di Petamburan. Kasus ini masih menunggu pemeriksaan atau penelitian dari pihak JPU," tutupnya.

Diketahui, upaya hukum yang dilayangkan kubu Habib Rizieq melalui sidang praperadilan telah ditolak oleh hakim tunggal Akhmad Sahyuti di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan. Terkait gugatan penetapan tersangka dan penahanan terhadap Rizieq.

"Mengadili, menolak permohonan praperadilan dari pemohon untuk seluruhnya," kata Akhmad di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (12/1).

Dalam pertimbangannya, Akhmad menilai jika penetapan tersangka terhadap mantan Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) sudah didukung dengan alat bukti yang sah.

"Menimbang bahwa dari alat bukti saksi dan para ahli serta barang bukti di atas maka hakim berpendapat penetapan tersangka telah didukung dengan alat bukti yang sah," ujarnya.

Penyidik kepolisian, lanjut Akhmad, telah memperoleh sejumlah bukti dan menerima keterangan dari sejumlah ahli. Oleh karenanya, polisi menyatakan acara hajatan anak Rizieq sekaligus Maulid Nabi di Petamburan, Jakarta Pusat beberapa waktu lalu melanggar protokol kesehatan Covid-19.

"Berdasarkan hasil interview saksi-saksi bahwa terhadap laporan informasi merupakan suatu pidana melawan hukum atau dengan tulisan menghasut, melawan kekuasaan umum, agar supaya jangan mau menuruti peraturan UU atau tidak mematuhi pelanggaran kekarantinaan kesehatan sehingga menyebabkan masalah kedaruratan kesehatan masyarakat. Maka apa yang diajukan permohonan pemohon tidak beralasan, maka ditolak," jelasnya.

Polisi sebelumnya menetapkan Rizieq Syihab sebagai tersangka kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan. Penetapan ini terkait kerumunan saat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan pernikahan putri dari Rizieq Syihab, Syarifah Najwa di Petamburan, Jakarta Pusat beberapa waktu lalu. [rhm]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini