Rizieq Syihab Ngaku Kena Hack: Nama Saya Hilang dari Manifes Penerbangan ke Indonesia

Senin, 10 Mei 2021 15:51 Reporter : Bachtiarudin Alam
Rizieq Syihab Ngaku Kena Hack: Nama Saya Hilang dari Manifes Penerbangan ke Indonesia sidang rizieq syihab di PN Jaktim. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Terdakwa Muhammad Rizieq Syihab mengungkap sempat mendapatkan gangguan dari hacker ketika hendak pulang dari Arab Saudi ke Indonesia. Gangguan yang dimaksud ialah namanya hilang dari daftar manifes penerbangan.

"Baru pertama kali terjadi ada penumpang dihack namanya hilang dari komputer. Nah setelah itu nama saya dikembalikan di komputer, artinya ini kendala. Ada pihak tertentu, saya tidak tahu itu siapa ingin membatalkan saya pulang," kata Rizieq saat sidang kasus kerumunan Megamendung di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Senin (10/5).

Atas kejadian itu pun, Rizieq sempat mengurus ke otoritas di Arab Saudi terkait permasalahan hilangnya data diri dia. Namun, kembali Rizieq mengaku mendapat gangguan serupa oleh hacker.

"Tahu-tahu besoknya hilang lagi saya punya nama sekeluarga. Saya enggak paham bagaimana cara kerja hacker dan bagaimana caranya nama saya hilang dari komputer," ungkapnya.

Atas gangguan tersebut, Rizieq pun akhirnya meminta bantuan dari intelijen dari Arab Saudi agar mendapatkan izin khusus terkait kepulangan dirinya ke Indonesia.

"Nah akhirnya saya minta bantuan badan intelijen Saudi karena memang mereka yang mengizinkan saya pulang dan pencabutan cekal, supaya pihak penerbangan Saudi ini diberikan semacam satu apa namanya disposisi agar keberangkatan saya ini jangan sampai batal," tuturnya.

Tidak hanya kepada dirinya, kata Rizieq, gangguan yang dialaminya tersebut juga dialami oleh anaknya yang ingin ikut pulang ke Indonesia. Sedianya akan menjalani penerbangan 9 November 2020 namun, namanya dalam manifest juga tiba-tiba hilang.

"Karena pelaku ini tahu kalau anak saya tidak terbang enggak mungkin saya terbang karena anak saya perempuan," tuturnya.

Dalam kasus kerumunan Megamendung, Rizieq didakwa telah melanggar aturan kekarantinaan kesehatan dengan menghadiri acara di Pondok Pesantren Agrokultural Markaz Syariah, Megamendung, Puncak, Kabupaten Bogor 13 November 2020 lalu.

Sebagaimana dalam perkara nomor 226/Pid.B/2021/PN.Jkt Tim terkait kerumunan di Megamendung, turut disangkakan dengan Pasal 93 UU nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan jo pasal 14 ayat (1) UU nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular jo 216 ayat 1 KUHP. [rhm]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini