Risma: Ada yang jadi PSK bertahun-tahun, tetap terlilit utang

Selasa, 11 Maret 2014 15:01 Reporter : Moch. Andriansyah
Risma: Ada yang jadi PSK bertahun-tahun, tetap terlilit utang Gang Dolly. ©2013 Merdeka.com/Moch Andriansyah

Merdeka.com - Lokalisasi Gang Dolly dipastikan tutup pada Juni nanti atau sebelum bulan Ramadan tahun 2014 ini. Hal ini sesuai agenda yang di jadwal oleh pihak Pemkot Surabaya, Jawa Timur.

Di bawah komando Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, pihak Pemkot akan menggusur kerasnya tembok lokalisasi Gang Dolly dan Jarak. Risma sendiri mengaku cukup antusias mampu menghancurkan angkuhnya lokalisasi terbesar se-Asia Tenggara tersebut.

Risma mengaku, sebelumnya dia memang kurang yakin dengan penutupan lokalisasi itu. Apalagi, Gang Dolly sudah menjadi ikon prostitusi dunia yang berada di jantung Kota Surabaya.

Namun, keinginannya menutup memuncak ketika dia melihat kenyataan sosial sebagai dampak dari praktik prostitusi. Kasus perdagangan manusia kian marak. Terlebih lagi, ditemukan fakta seperti yang pernah diungkap pihak Polrestabes Surabaya beberapa waktu lalu kalau sebagian pelaku atau mucikari berasal dari remaja yang masih berstatus pelajar.

Risma akhirnya bertekad untuk secepatnya menutup lokalisasi Dolly dan Jarak. Sebelumnya, alumnus Institut Teknologi 10 November Surabaya (ITS) itu, menutup satu persatu lokalisasi di luar Gang Dolly dan Jarak, seperti Kremil atau Tambak Asri, Dupak Bangunsari, dan beberapa lokalisasi lain.

Terlebih lagi, seperti yang diucapkan Risma dalam beberapa kesempatan, saat dia menutup beberapa lokalisasi di luar Gang Dolly. Saat ditanya soal apakah pihaknya mampu menutup lokalisasi yang sudah menyatu dengan permukiman penduduk itu, dia selalu menjawab kalau dia sudah menemukan formula tepat.

Ia yakin mampu mengentaskan masalah ekonomi yang mendera para PSK di Surabaya. Dia akan berupaya menjadikan para PSK itu menjadi pelaku-pelaku ekonomi yang produktif tanpa harus menjual tubuh mereka ke lelaki hidung belang.

Risma mengungkapkan, selama dia melakukan peninjauan di lokalisasi, realitas sosial yang ditangkapnya di lingkungan tersebut, antara lain, anak-anak di bawah umur kerap menjadi korban, kemudian banyak perempuan di usia sekolah dipekerjakan di rumah bordil.

"Saya melihat ada anak-anak juga kerap menjadi korban. Dan mereka dipekerjakan sebagai PSK di lokalisasi. Sebagian dari mereka menjadi korban ketidakharmonisan keluarga akibat praktik prostitusi di lokalisasi," ujarnya kepada wartawan di Balai Kota, Selasa (11/3).

Ternyata menjadi PSK di lokalisasi bukan menjadi jawaban atas masalah ekonomi yang menghimpit masyarakat bawah. "Saya melihat ada banyak PSK yang sudah bertahun-tahun beroperasi, namun belum bisa mengentaskan masalah ekonominya. Juga tidak bisa hidup layak secara ekonomi. Karena ternyata mereka (PSK) terlibat banyak utang dengan mucikarinya. Artinya, menjadi PSK bukanlah jawaban untuk mencari sumber perekonomian," sambungnya.  

Nah, dari sinilah kemudian Risma dan jajarannya membulatkan tekad untuk segera menutup lokalisasi Dolly dan Jarak. Sebelum Ramdan 2014 ini tiba, Kota Surabaya harus sudah bersih dari praktik prostitusi, Gang Dolly dan Jarak.

Dari hasil pendataan pihak Pemkot Surabaya sendiri, hingga saat ini, di Gang Dolly terdapat sekitar 1.080 PSK aktif yang menghuni puluhan wisma. Sementara jumlah mucikari tercatat ada lebih dari 300 orang.

Meski berniat menggusur semua lokalisasi di Kota Pahlawan ini, Risma ternyata masih tidak ingin membiarkan mantan-mantan PSK  kelaparan dan tanpa pekerjaan. Dengan menjalin kerjasama dengan pemerintah pusat, Pemprov Jatim, dinas sosial dan tokoh-tokoh agama serta masyarakat, Pemkot Surabaya menggelar berbagai program untuk memberdayakan ekonomi para PSK agar menjadi lebih bermartabat dan memiliki pekerjaan tetap yang lebih menjanjikan.

"Kita akan membangun sentra-sentra ekonomi di sekitar lokalisasi yang sudah ditutup, dengan harapan sumber perekonomian mereka tidak hilang. Jadi mereka masih bisa mencari rezeki yang halal," tandas Risma. [has]

Topik berita Terkait:
  1. Gang Dolly
  2. Gebrakan Risma
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini