Riko mutilasi Sopyan hingga 16 bagian

Selasa, 1 November 2016 11:44 Reporter : Ronald
Riko mutilasi Sopyan hingga 16 bagian Rumah kontrakan pelaku mutilasi Sopyan Lubis. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Pelaku pembunuhan terhadap sopir angkot Sofyan Lubis (43), Riko sempat memutilasi tubuh korban sebelum mengubur dengan semen dalam septic tank yang berada dalam dapur rumah kontrakan. Pelaku memutilasi korban hingga 16 bagian.

"Banyak dia (pelaku) motongnya, 1 tubuh dibagi 16 bagian. Kepala misah, badan dibelah 3, tangan dibelah 3, jadi 10 kaki dibagi 3 jadi 6. Jadi 16 total," kata Kapolsek Cipayung Kompol Dedi Wahyudi usai dihubungi merdeka.com, Selasa (1/11).

Dedi mengatakan, pelaku memutilasi korban dengan menggunakan golok. Menurut dia, pelaku memutilasi korban lantaran sakit hati dengan ucapakan korban ketika ingin pinjam uang .

"Ngomong kata-kata tidak baik, enggak terima si pelaku pukullah, dibawa pakai taxi online diturunkan ke kontrakan sampai sama sopir online nya ngebantuin di kontrakan, dibantuin juga sama pemilik kontrakan masuk ke dalam rumah, jadi tahunya mereka itu pingsan, nah sampai di rumah dihabisin, dikontrakannya itu," jelasnya.

Namun keterangan pelaku masih didalami pihak kepolisian. "Belum tahu (pinjam duitnya berapa), masih pendalaman," pungkasnya.

Diketahui, Sofyan Lubis (43) tewas di tangan rekannya bernama Riko Lesmana (41). Nasib tragis yang menimpa sopir angkot itu bermula saat dirinya meminta uang kepada pelaku untuk pulang kampung. Riko yang naik pitam, lantas mengayunkan potongan besi hingga membuat korban tersungkur bersimbah darah, Senin (24/10).

Usai membunuh, pelaku meminta Rudi Hartono (34) untuk membantu menghilangkan jejak. Keduanya lantas memanggil taksi online untuk mengantarkan ke rumah kontrakan beralamat di Gang Haji Tamin, Jalan Kramat, RT 005 RW 04, Setu, Cipayung, Jakarta Timur.

Pelaku kemudian menemui pemilik kontrakan dan mengutarakan keinginannya untuk menyewa lagi kontrakan selama dua bulan dan berniat untuk merenovasi. Alasannya kontrakan tersebut untuk saudaranya.

Pelaku yang sempat memutilasi jasad korban menjadi dua bagian, lalu mengubur di dapur kontrakan dan menyemen. Pembunuhan keji ini terungkap ketika istri korban, Ayi berhasil kabur setelah sebelumnya dikurung pelaku di dalam rumah kontrakan. [gil]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini