Rieke: Melucuti kretek berarti menghabisi kedaulatan Indonesia

Selasa, 16 Oktober 2012 02:17 Reporter : Moch. Andriansyah
Rieke: Melucuti kretek berarti menghabisi kedaulatan Indonesia Rieke Diah Pitaloka. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Anggota Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Rieke Diyah Pitaloka lantang menolak kebijakan Framework Convention on Tobacco Contro (FCTC), sebagai bentuk perjanjian international di bawah naungan WHO. Menurut Rieke, FCTC merupakan kepentingan negara-negara kapitalis untuk memperluas industri rokok putihan di Indonesia.

"Jika ini terjadi, produksi rokok rumahan atau hasil dari home industri akan habis," kata Rieke dalam seminar 'Membedah FCTC, Membela Kretek, Membela Indonesia' di Hotel Santika, Surabaya, Jawa Timur, Senin (15/10).

Dengan FCTC, menurut Rieke, produk rokok Indonesia ingin diseragamkan secara global melalui aturan standarisasi asing. Indikasi ini, terlihat jelas dengan desakan FCTC untuk menaikkan cukai rokok yang hanya menguntungkan produk rokok putih luar negeri yang harganya cukup mahal. Dengan asumsi, jika harga rokok mahal, industri rokok besar akan tetap bertahan dan produksi rokok rumahan akan gulung tikar.

"Ada rokok sudah pasti ada kretek. Kretek sama halnya dengan crutu Kuba. Kretek adalah budaya Indonesia. Kebudayaan kita hendak dilucuti, kalau kretek dilucuti, maka Indonesia juga dilucuti. Maka jelas, ratifikasi FCTC mengancam kedaulatan Indonesia sebagai negara penghasil kretek." tegas dia.

Untuk menghindari dominasi asing terhadap kedaulatan Indonesia itu, Rieke mengajak masyarakat mengkampanyekan kretek sebagai budaya Indonesia yang batut dilestarikan seperti halnya kain batik, maupun tari-tarian tradisional seperti Reog Ponorogo yang sempat diklaim Malaysia.

"Jika kita tidak mengkampanyekan kretek sebagai budaya bangsa, negara-negara lain akan merebut warisan nenek moyang bangsa ini. Reog Ponorogo, makanan tempe, sudah diklaim bangsa lain. Makanya saya mengajak para petani tembakau, penikmat kretek untuk terus mengkampanyekan rokok kretek sebagai budaya asli Indonesia," tegas Rieke. [lia]

Topik berita Terkait:
  1. DPR
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini