Ridwan Kamil Sebut Wilayah Bandung Raya & Bodebek jadi Fokus Pembatasan Kegiatan

Rabu, 6 Januari 2021 20:29 Reporter : Aksara Bebey
Ridwan Kamil Sebut Wilayah Bandung Raya & Bodebek jadi Fokus Pembatasan Kegiatan Ridwan Kamil setelah pengambilan sample darah. ©2020 Instagram Ridwan Kamil/editorial Merdeka.com

Merdeka.com - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, segera menindaklanjuti arahan pemerintah pusat mengenai pembatasan kegiatan di wilayah Jawa Bali untuk penanganan pandemi Covid-19. Khusus di Jabar, wilayah Bodebek dan Bandung Raya menjadi fokus dalam kebijakan tersebut sekaligus penerapan work from home (WFH).

Keputusan ini diambil seusai rapat dengan presiden mengenai penyelesaian pandemi Covid-19, vaksinasi dan pemulihan ekonomi, Rabu (6/1/2021). Ada sejumlah arahan yang disampaikan kepada seluruh gubernur.

"Arahan pertama, untuk pandemi agar para daerah memfokuskan persiapan perencanaan work from home (WFH) untuk daerah yang kenaikannya (kasus Covid-19) tinggi, termasuk Jabar," ucap Ridwan Kamil.

"Jabar akan melakukan WFH di Bodebek dan Bandung Raya. Nanti teknisnya disampaikan besok, dimulai tanggal 11 Januari selama dua minggu," kata dia lagi.

Sebelum diberlakukan, ia akan memaksimalkan sisa waktu untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Dia meminta media massa ikut membantu mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya penanganan pandemi Covid-19.

"Sebelum tanggal 11 (Januari 2021) saya akan sosialisasikan pembatasan restoran dan lain-lain. Masih ada lima hari nanti disampaikan ke media," kata Ridwan Kamil

Sebelumnya, Pemerintah melalui Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan, mulai memberlakukan pembatasan kegiatan di Jawa dan Bali demi menekan kasus Covid-19. Adapun kebijakan ini dilakukan mulai 11 sampai 25 Januari 2021.

"Penerapan pembatasan secara terbatas tersebut dilakukan di Provinsi Jawa-Bali," kata Airlangga dalam konferensi pers di Jakarta.

Dia menuturkan, ini bukanlah pelarangan kegiatan. Tapi hanya membatasi sejumlah kegiatan demi menekan Covid-19. Sebagai gambaran, Airlangga menyampaikan penambahan kasus Covid-19 dilihat dari keterisian tempat tidur di ICU maupun ruang isolasi yang mengalami kenaikan.

"Pembatasan kami tegaskan bukan pelarangan kegiatan, tetapi pembatasan," jelas Airlangga. [lia]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini