Ridwan Kamil Larang Penjualan Hewan Kurban di Trotoar

Rabu, 31 Juli 2019 12:35 Reporter : Aksara Bebey
Ridwan Kamil Larang Penjualan Hewan Kurban di Trotoar Gubernur Jabar Ridwan Kamil. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil meminta manajemen penyelenggaraan hari raya Idul Adha diperbaiki. Salah satu instruksi yang diberikan mengenai penyediaan fasilitas penjualan hewan kurban.

Instruksi itu disampaikan melalui surat edaran kepada kepala daerah 27 kabupaten kota di Jabar, Rabu (31/7). Ia menginginkan tidak ada lagi penjualan hewan kurban yang dilakukan di trotoar atau pinggir jalan.

"Tidak boleh ada penjualan hewan kurban yang mengganggu ketertiban umum dengan cara difasilitasi di lapangan, jangan di trotoar yang mengganggu hak pejalan kaki," ujarnya usai melepas tim pemeriksa hewan kurban di halaman Gedung Pakuan, Kota Bandung.

Dalam surat edaran itu, dia juga bakal mewajibkan konversi penggunaan kantong kresek untuk daging kurban menjadi besek atau daun pisang. Distribusi daging pun harus merata hingga ke pelosok daerah.

"Jangan bertumpuk di kota tapi daging yang dipotong di kota di distribusikan ke pelosok seperti wilayah Jabar Selatan yang lebih membutuhkan," katanya.

Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Emil itu ingin kesehatan hewan kurban terjamin. Untuk merealisasikannya, ia melepas 174 pemeriksa kesehatan hewan kurban.

Para petugas tersebut terdiri dari para dokter PDHI Jabar, mahasiswa kedokteran Unpad, hingga dinas terkait ini bertugas memastikan keamanan, kesehatan, dan kehalalan hewan kurban.

"Pemeriksaan hewan kurban dilakukan sejak H-14 hingga pelaksanaan pemotongan. Mereka juga telah memberikan pelatihan kepada 1.800 pengurus DKM dan panitia pemotongan kurban," terangnya.

Menurutnya, jumlah hewan kurban yang banyak ini adalah bukti ekonomi Jabar sedang membaik. Jumlah muslim di Jabar sendiri berjumlah 45 juta orang lebih dari hampir 50 juta total jumlah penduduk.

Data April 2019 jumlah warga miskin di Jabar berkurang sebanyak 230 ribu. Dirinya berharap kesejahteraan masyarakat semakin meningkat sehingga jumlah hewan kurban makin banyak dan penerima bisa semakin berkurang.

"Saya laporkan juga per April 2019 jumlah warga miskin di Jabar berkurang 230 ribu jadi ini adalah sebuah progres yang kalau dihubungkan dengan kurban ada korelasinya, mudah-mudahan makin hari tingkat kesejahteraan masyarakat makin meningkat dengan kurban yang makin banyak dan berkurangnya penerima kurban," pungkasnya. [fik]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini