Ridwan Kamil ingin Percepat Vaksinasi Covid-19 untuk Cegah Kedaluwarsa

Selasa, 9 Maret 2021 01:35 Reporter : Aksara Bebey
Ridwan Kamil ingin Percepat Vaksinasi Covid-19 untuk Cegah Kedaluwarsa Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. ©2021 humas.jabarprov.go.id/editorial Merdeka.com

Merdeka.com - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil ingin mengejar target vaksinasi mencapai 6 juta orang di luar tenaga kesehatan rampung pada bulan Juni. Tujuannya, agar distribusi vaksin dari pemerintah pusat bisa kembali turun dan mencegah persediaan tidak kedaluwarsa.

"Karena kita punya target 6 juta sekian penduduk Jabar untuk lansia dan profesi yang rawan dan pelayanan publik, itu harus selesai di bulan Juni, kalau kita lambat maka vaksinnya kedaluwarsa maka kita sedang mengejar target itu," kata Ridwan Kamil di Gedung Sate, Senin (8/3).

Kondisi suplai dari pemerintah pusat, menurut dia menggunakan skema bertahap karena alasan ketersediaan. Pemerintah pusat pun saat ini akan mengevaluasi pelaksanaan vaksinasi di daerah. Daerah yang penyerapannya tinggi akan menjadi salah satu yang diprioritaskan.

"Pemerintah pusat itu enggak bisa langsung (suplai vaksin) semuanya, dilihat ini berprestasi atau tidak (penggunaannya), itulah kenapa saya dorong agar vaksinasi ini cepat supaya datang lagi tahap-tahap berikut, jangan tahap satu aja belum habis sudah minta tahap berikut," ucap dia.

Salah satu cara yang digunakan untuk mempercepat program vaksinasi di Jawa Barat, selain menyiapkan tenaga vaksinator 11 ribuan orang, ia pun meminta pemanfaatan gedung untuk vaksinasi.

Menurut dia, pemanfaatan gedung bisa meringankan tugas pelayanan di fasilitas kesehatan, semacam puskesmas. Lalu, membuat inovasi layanan vaksinasi door to door bekerjasama dengan institusi lain, seperti Polri. Polda Jabar sudah siap menyediakan mobil vaksin dan segera dikirim ke Karawang atau Bogor.

"Nah kita akan fokus pada vaksinasi, minggu ini penyuntikan untuk lansia akan massal dilakukan di seluruh daerah-daerah. Kita sudah menyimpulkan jabar tidak akan cukup hanya mengandalkan puskesmas," kata dia.

"Maka dari itu Jabar akan menggunakan gedung besar sebagai andalan utamanya karena satu puskesmas maksimal sehari mungkin 60-an tapi kalau gedung besar itu kita 2 ribuan suntikan per hari," pungkasnya. [cob]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini