Ridwan Kamil Curhat ke Wapres, Warga Jabar Banyak Tertular Covid-19 dari Pemudik

Jumat, 3 April 2020 15:30 Reporter : Merdeka
Ridwan Kamil Curhat ke Wapres, Warga Jabar Banyak Tertular Covid-19 dari Pemudik Wakil Presiden Maruf Amin bersama Ridwan Kamil. ©2020 Liputan6.com/Putu Merta Surya Putra

Merdeka.com - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melaporkan penanganan wabah virus Corona atau Covid-19 kepada Wapres Ma'ruf Amin melalui telekonference. Pada kesempatan itu ia mengeluhkan banyaknya warga Jabar yang tertular Covid-19 dari pendatang alias pemudik.

Pun ia mengkhawatirkan alat rapid test akan habis hanya untuk mengetes pemudik, bukan warga Jabar.

"Yang kami khawatir, adalah mudik pak. Sekarang catatan kami yang sudah mudik itu sudah ada 70.000 pak. Sudah ada 70.000 yang mudik duluan ke Jawa Barat," kata Kang Emil, Jumat (3/4).

Menurut dia, 70.000 tersebut artinya berstatus Orang Dalam Pengawasan (ODP). Di mana, pihaknya terus melakukan test dengan para ODP.

"Ini artinya kami mendapatkan 70.000 ODP baru. Padahal ODP ini semuanya sedang kami tes oleh rapid test," jelas Kang Emil.

Menurut dia, jika terus kedatangan ini, akan kehabisan alat tes Covid-19.

"Jadi kalau kedatangan lagi puluh puluh ribu mudik, kami akan kehabisan alat untuk mengetes untuk meyakinkan bahwa mereka orang-orang mudik yang sehat," keluhnya.

1 dari 1 halaman

Lansia di Ciamis Tertular Covid-19 Anaknya dari Jakarta

Ia mencontohkan kejadian di Ciamis. Ada seorang lansia yang tertular Covid-19 anaknya yang dari Jakarta.

"Kenyataannya, banyak yang tidak sehat Pak Wapres saya laporkan. Kemarin di Ciamis ada Lansia sekarang positif Covid di Ciamis gara-gara didatengi anaknya dari Jakarta. Sebelum anaknya sakit, dia sakit tapi masih bisa dimanage tanpa ke rumah sakit. Salah satunya itu," kata Kang Emil.

Dia pun juga kedapatan di Bandung, di mana seorang suami kedapatan istrinya positif Covid-19.

"Saya tanya apa pola kerjanya? Dia jawab istri saya kerjanya di Jakarta. Kemarin karena diliburkan dia pulang. Dia bergejala, pas di tes positif pak," jelas Kang Emil.

Menurut dia, cerita-cerita ini bisa membuat, bukan hanya Jabar yang kewalahan dengan para pemudik Jakarta.

"Dua cerita ini Pak Wapres menunjukkan bahwa jika mudik ini tidak kita tahan, kami di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Yogya, pasti kewalahan luar biasa karena pulangnya itu ke pelosok-pelosok pak," kata Kang Emil.

Dia pun memaparkan peta di Jabar, bahwa banyak yang lansia. Apalagi, mayoritas yang mudik adalah usianya milenial.

"Saya sedang kampanye sekarang, milenial jangan pulang, jika sayang orang tuamu, kakek nenekmu jangan pulang, tinggal di Jakarta dan sekitarnya Kira-kira begitu. Saya sedang mengkampanyekan janganlah mudik karena akan ada insentif dua. Satu libur mudik diganti di bulan lain, kemudian penghasilan anda akan dibantu. Kalau KTP DKI oleh Pak Anies, kalau perantau tidak ber-KTP DKI dibantu Pak Jokowi, oleh Bapak lewat pemerintah pusat," katanya.

Reporter: Putu Merta Surya Putra
Sumber : Liputan6.com [rhm]

Baca juga:
Wali Kota Solo akan Mengkarantina Pemudik yang Nekat Pulang
Sekjen MUI Soal Mudik Saat Pendemi Covid-19: Melakukan Sesuatu yang Haram
PT KAI dan Dishub Pantau Pemudik di 3 Stasiun Solo
Mensesneg Ralat Jubir Presiden, Pemerintah Harus Tegas Batasi Mudik
PSI: Mudik Tahun Ini Harus Dilarang, Imbauan Tak Cukup
Mensesneg Luruskan Pernyataan Jubir Presiden soal Warga Boleh Mudik Lebaran

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini