Ribuan Warga Geruduk Kantor Pemkab Jember, Tuntut Bupati Faida Minta Maaf

Selasa, 22 Desember 2020 15:01 Reporter : Muhammad Permana
Ribuan Warga Geruduk Kantor Pemkab Jember, Tuntut Bupati Faida Minta Maaf Massa demo di Pemkab Jember. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Kasus intimidasi yang dialami Wakil Bupati (Wabup) Jember, Abdul Muqit Arief terus berbuntut. Ribuan warga Jember mendatangi kantor Pemkab Jember. Mereka mendesak bertemu Bupati dr Faida dan empat pejabat Pemkab yang diduga dianggap terlibat menekan dan mengancam mempidanakan Muqit.

"Kami sangat sakit hati, tersinggung dan sedih mendengar Kiai Muqit ditekan-tekan dan diancam oleh Faida dan empat pejabat pemkab. Ini bukan sekedar Wabup, tapi beliau juga kiai panutan kami," kata Jumadi Made, salah satu koordinator aksi saat berorasi, Selasa (22/12).

Massa juga sempat memanggil-manggil nama Yessiana Arifa, salah satu pejabat di Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPU BM SDA) yang disebut-sebut telah menertawakan dan melecehkan Muqit. Yessiana adalah satu dari empat pejabat Pemkab Jember yang terlihat awak media datang dan terlibat dalam pertemuan di kantor Kejari pada Senin pekan lalu.

Faida tidak menemui massa tanpa alasan yang jelas. Begitu pula dengan empat pejabat Pemkab yang dicari massa.

Muqit akhirnya menemui massa dan mencoba menenangkan. Muqit sempat menanyakan, apakah kedatangan ribuan massa itu ada yang menggerakkan. Spontan pertanyaan itu dijawab tidak.

Muqit kemudian meminta massa untuk tidak berdemo lagi. Sebab saat ini masih dalam suasana pandemi.

"Setelah ini pulang, langsung mandi dan ganti baju, karena masih masa pandemi. Mohon jangan ada yang berdemo lagi," pinta Muqit.

Massa tetap mendesak agar Pemkab menghadirkan bupati dan empat pejabat yang diduga melecehkan Muqit. "Kalau tidak mau hadir, minimal telepon dan suaranya dikeraskan. Agar kami semua mendengar. Kami mendesak agar mereka itu minta maaf," tutur Jumadi.

Untuk menenangkan massa, Muqit kemudian mengajak mereka berdoa bersama di Alun-Alun yang ada di depan kantor Pemkab Jember. Suasana haru menyeruak. Sebagian besar demonstran bahkan sampai menitikkan air mata.

Cara ini rupanya efektif untuk meredam emosi massa. Mereka akhirnya bersedia untuk pulang. Rencana untuk melanjutkan demonstrasi ke kantor Kejari Jember juga dibatalkan. Dari pantauan merdeka.com, ratusan polisi bersenjata lengkap sudah berjaga di depan kantor Kejari Jember sejak pagi.

"Kami beri waktu sampai tiga hari untuk Faida minta maaf secara terbuka kepada kami. Kalau tidak, kami akan datang berdemo lagi dengan jumlah yang lebih besar," papar Ihsan Tafsir, salah satu korlap usai demo.

Demonstrasi ini menjadi yang ketiga kalinya dalam sepekan terakhir, dengan desakan yang sama. Namun, aksi kali ini menjadi yang terbesar dari dua aksi sebelumnya. Mereka datang dari berbagai pelosok Jember dengan menggunakan truk, minibus, mobil maupun sepeda motor.

Semula, kabar intimidasi yang dialami Muqit di kantor Kejari Jember, tersebar melalui pesan singkat. Setelah ditekan berbagai pihak, Muqit akhirnya mengakui, dalam pertemuan di kantor Kejari Jember, ia ditekan dan diancam pidana. Sebab ia melakukan mutasi pengembalian jabatan sesuai perintah Mendagri dan Gubernur Jatim.

Bupati Faida menuding, langkah Muqit ini menjadi penyebab kekalahannya dalam Pilkada 9 Desember lalu. "Padahal sama sekali saya tidak ada niat menzalimi siapapun," tutur Muqit kepada merdeka.com beberapa waktu lalu.

Pihak yang paling keras mengancam dalam pertemuan tersebut, justru Kasi Datun Kejari Jember, Agus Taufiqurrahman.

Saat di demo kemarin, Kajari Jember, Prima Idwan Mariza menyatakan ia dan Agus Taufiqurrahman telah meminta maaf kepada Muqit melalui WA. Dikonfirmasi terpisah, Muqit membenarkannya. "Saya sudah memaafkan," papar Muqit.

Sementara itu, saat dikonfirmasi terpisah, Faida membantah kabar tersebut. "Tidak benar, saya hanya konsultasi keuangan di Kejari Jember," ujar Faida. [cob]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Demo
  3. Bupati Jember Dimakzulkan
  4. Jember
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini