Ribuan Umat Islam Solo menyemut di Bundaran Gladag

Jumat, 2 Desember 2016 16:17 Reporter : Arie Sunaryo
Ribuan Umat Islam Solo menyemut di Bundaran Gladag Umat Islam Solo demo di Bundaran Gladag. ©2016 merdeka.com/arie sunaryo

Merdeka.com - Demonstrasi 2 Desember 2016 yang digelar di Solo berjalan damai. Usai salat Jumat, ribuan umat Islam dari berbagai elemen berkumpul di depan Stadion Sriwedari. Mereka kemudian melakukan longmarch menuju Bundaran Gladag, Jalan Slamet Riyadi yang berjarak sekitar 2 kilometer.

Pengawalan ketat dilakukan tak hanya oleh aparat TNI dan Polri, namun juga oleh pengamanan internal Ormas Islam di Solo. Sesampai di Bundaran Gladag, para demonstran yang terdiri dari pria dan wanita serta pelajar ini berjajar rapi, sambil mengacungkan bendera dan poster bertuliskan tuntutan agar Ahok ditangkap.

Sejumlah ulama dari Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) menyampaikan orasi. Mereka menuntut Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Kapolri serta penegak hukum lainnya bertindak tegas terhadap Gubernur Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, yang terjerat kasus penistaan agama.

"Pemerintah, dalam hal ini Presiden Jokowi, Kapolri dan penegak hukum lainnya harus bertindak tegas. Ahok yang sudah ditetapkan sebagai tersangka dan sudah P21 harus ditangkap dan ditahan. Kalau Ahok belum ditahan, kami umat Islam Solo akan terus berdemo membela Islam," ujar salah satu orator dari Muhammadiyah.

Cuaca cerah tanpa panas maupun hujan membuat ribuan demonstran semakin bersemangat. Mereka berulang kali meneriakkan yel-yel tangkap Ahok. "Tangkap-tangkap si Ahok tangkap si Ahok sekarang juga".

Dalam kesempatan tersebut para pendemo juga mendengarkan orasi dari pimpinan Pondok Pesantren Al Mukmin, Ngruki, Ustaz Wahyuddin. Tak hanya mengecam Ahok, pria yang saat ini menjabat sebagai pimpinan Yayasan Al Mukmin itu juga mendoakan Ahok agar sadar diri.

"Kami di sini melakukan pembelaan agama, walaupun hanya berorasi. Hanya memberikan pendapat dan saran kepada pemerintah. Mudah-mudahan setelah Ahok ditahan manti dia akan sadar dan mempelajari Islam. Kita doakan agar dia bisa menerima kebenaran, seperti halnya Khalifah Umar bin Khattab sebelum masuk Islam," ujarnya. [cob]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini