Ribuan Mahasiswa Tutup Jalan Menuju Istana Bogor, Tolak RUU KUHP

Selasa, 24 September 2019 14:39 Reporter : Rasyid Ali
Ribuan Mahasiswa Tutup Jalan Menuju Istana Bogor, Tolak RUU KUHP demo mahasiswa di Bogor. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Ribuan mahasiswa Universitas Pakuan memenuhi Komplek Balai Kota Bogor, Jalan Ir Juanda, Kota Bogor, Selasa (24/9). Kehadiran mereka menutup akses menuju Istana Kepresidenan Bogor, yang hanya berjarak sekitar 300 meter dari Balai Kota Bogor.

Ribuan mahasiswa dengan almamater warna ungu ini terlihat tumpah ruah dengan sebelumnya melakukan long march dari Jalan Pajajaran. Kendaraan roda empat maupun sepeda motor pun hanya bisa melaju tersendat, karena hanya diberi ruang satu lajur dari arah Jalan Otista menuju Istana Bogor.

Mahasiswa menolak atas pelemahan KPK, menolak RUU Pertanahan, RUU KUHP, pencemaran lingkungan. "Tolak UU KPK, tolak RUU KUHP," teriak ribuan mahasiswa itu.

Mahasiswa itu juga menuntut pelanggaran HAM dan kriminalisasi dari aparat kepolisian terhadap sejumlah mahasiswa tersebut pada aksi demo di Tugu Kujang, Jumat 20 September 2019 lalu. Pada aksi demo itu, dilaporkan 8 mahasiswa terluka akibat dipukuli sejumlah oknum polisi.

"Pak Polisi, Pak Polisi jangan pukuli kami," teriak mereka.

Bentrokan dipicu saat sejumlah mahasiswa hendak pulang ke kampus usai melakukan demo, namun dalam perjalanan mereka diadang petugas karena dituding hendak menutup jalan Tol Jagorawi.

Mahasiswa juga membentangkan spanduk tuntutan mereka. Massa juga terlihat menyebar di ruas Jalan Juanda. Setelah mendapat instruksi dari koordinator lapangan, ribuan mahasiswa itu masuk ke halaman Balai Kota Bogor dan lalu lintas kendaraan pun kembali normal.

Tidak hanya di Kota Bogor, puluhan mahasiswa juga memblokade Jalan Tegar Beriman, Kabupaten Bogor. Mereka menolak RUU Pertanahan.

Seperti diketahui, RKUHP menjadi perbincangan masyarakat belakangan ini karena terdapat sejumlah pasal kontroversial. Pasal-pasal kontroversial tersebut di antaranya delik penghinaan terhadap presiden/wakil presiden (Pasal 218-220), delik penghinaan terhadap lembaga negara (Pasal 353-354), serta delik penghinaan terhadap pemerintah yang sah (Pasal 240-241).

Jangan Lewatkan:

Ikuti Polling Bagaimana Pendapat Anda soal RUU KUHP? Klik di Sini! [rhm]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini