Ribuan korban banjir di Aceh Tamiang dan Bandung masih mengungsi

Selasa, 23 Desember 2014 18:56 Reporter : Fikri Faqih
Ribuan korban banjir di Aceh Tamiang dan Bandung masih mengungsi Pengungsi banjir. Arie Basuki ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Banjir setinggi 40-150 cm melanda kabupaten Aceh Tamiang sejak Jumat (19/12). Akibat banjir itu 8 kecamatan seperti kecamatan Tamiang Hulu, Tenggulun, Karang Baru, Mayakpait, Kejujuran Muda, Bendahara, Rantau, dan Serui tergenang air hingga saat ini. Selain itu, banjir juga mengakibatkan 2.370 terendam dan sekitar 7.000 kk diungsikan ke balai-balai pengajian serta tenda pengungsian.

Kepala Pusat data Informasi dan Humas badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa banjir tersebut. ia juga mengatakan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah melakukan koordinasi dengan dinas-dinas setempat seperti Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan untuk memberikan pelayanan kepada para korban selama dalam masa pengungsian.

"BPBD Kabupaten Aceh Tamiang telah melakukan evakuasi, pendataan, dan mendirikan 11 tenda pengungsian. BPBD bersama Dinas Sosial juga mendirikan dapur umum. Dinas Kesehatan memberikan pelayanan kesehatan. Tidak ada korban. Kebutuhan mendesak adalah bantuan makanan, selimut, dan pakaian," terangnya di Jakarta, Selasa (23/12).

Lebih jauh Sutopo menerangkan, banjir yang terjadi akibat luapan sungai Citarum di Kecamatan Baleendah Kabupaten Bandung hingga saat ini mulai surut dibandingkan sebelumnya. Kendati demikian, menurut Sutopo banjir yang yang terjadi sejak Kamis (18/12) itu masih menggenangi sejumlah wilayah dan ribuan rumah. Selain itu, hingga saat ini menurut Sutopo terdapat 1.932 kk atau 6.642 jiwa masih mengungsi

"Pengungsi berasal dari Kecamatan Baleendah sebanyak 523 KK/2.033 jiwa, Dayeuhkolot 660 KK/2.002 jiwa, Bojongsoang 367 KK/1.287 jiwa, Kutawaringin 29 KK/108 jiwa, dan Ketapang 194 KK/555 jiwa, dan Cicalengka 159 KK/657 jiwa," katanya.

Sutopo mengatakan BPD Provinsi Jawa Barat dan BPBD Kabupaten Bandung bersama elemen lain seperti TNI, Polri, Tagana, PMI, Basarnas, SKPD, NGO dan masyarakat melakukan penanganan darurat. Menurutnya, sejumlah logistik masih dibutuhkan bagi para pengungsi korban banjir.

"Bantuan logistik telah disalurkan kepada pengungsi. Kebutuhan mendesak adalah makanan, selimut, pakaian, obat-obatan, susu anak, dan lainnya. Masyarakat di daerah tersebut sudah terbiasa dengan banjir akibat luapan Sungai Citarum. Hampir setiap tahun masyarakat terendam banjir." [cob]

Topik berita Terkait:
  1. Banjir
  2. Aceh
  3. Banjir Bandung
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini