RI rugi jika harta karun dilelang di Singapura

Selasa, 3 April 2012 09:30 Reporter : Ramadhian Fadillah
RI rugi jika harta karun dilelang di Singapura Harta karun dari perairan Cirebon. merdeka.com/dok

Merdeka.com - Sejumlah artefak China kuno yang diangkut dari perairan Cirebon, Jawa Barat, kini dilelang di Singapura. Hal ini dinilai sebagai kerugian bagi pelestarian cagar budaya di Indonesia. Seharusnya artefak yang diangkut dari kapal-kapal yang tenggelam dipelajari untuk ilmu budaya.

"Benda-benda cagar budaya seharusnya tidak dilelang. Ini merupakan kekayaan budaya," ujar Koordinator Masyarakat Advokasi Warisan Budaya Indonesia, Jhohannes Marbun, kepada merdeka.com, Selasa (3/4).

Joe, panggilan akrabnya, menambahkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) nomor 184 tahun 2009 memang memperbolehkan barang muatan kapal tenggelam (BMKT) dilelang dan keuntungannya dibagi dua. Setengah untuk pemerintah, setengah lagi untuk pihak pemburu harta karun yang menemukan harta tersebut.

Lelang di luar negeri pun diperbolehkan setelah tiga kali lelang di dalam negeri. Karena itu sebenarnya lelang ini tidak menyalahi aturan secara hukum. Namun kehilangan ilmu lebih berharga daripada keuntungan sejumlah uang.

"Kapal China yang tenggelam ratusan tahun lalu itu kan memberikan keterangan ke mana arah berlayarnya, bagaimana dulu cara mereka berlayar," jelas Joe.

Sejumlah harta karun berharga yang ditemukan di lepas pantai Cirebon, Jawa Barat, dilelang kemarin di Singapura. Pelbagai artefak yang berusia sekitar seribu tahun itu ditaksir bernilai 733 miliar rupiah, seperti dilansir surat kabar the Daily Mail, Minggu (1/4).

Harta karun itu terdiri dari 250 ribu barang pecah belah dan perhiasan, meliputi guci keramik, mutiara, hingga emas. Benda-benda bersejarah ini berasal dari sebuah kapal China yang tenggelam tidak jauh dari Pelabuhan Cirebon.

Peneliti Belgia dari lembaga sejarah Cosmix Uni Emirat Arab, Luc Heymans, menyimpulkan temuan di Cirebon itu merupakan harta karun terbesar di wilayah Asia Tenggara. Dia memperkirakan perhiasan dan barang pecah belah ini berasal dari abad ke-10.

Sedianya, kapal pedagang China yang karam itu akan bertolak ke Timur Tengah. Penyebab kandasnya kapal disinyalir akibat cuaca buruk.

Atas persetujuan pemerintah Indonesia, sebagian harta karun Cirebon kini dilelang di Singapura. Upaya itu tahun lalu sempat terganjal karena alasan yang tidak dijelaskan. Sebagian lagi telah diberikan kepada Indonesia. [ren]

Topik berita Terkait:
  1. Harta Karun
  2. Harta Karun Cirebon
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini